Empat Rekomendasi Destinasi Wisata di Gresik yang Layak Dikunjungi Saat Weekend

Jelang weekend, saatnya untuk berwisata. Berikut rekomendasi empat destinasi wisata yang dapat dikunjungi di Gresik.

Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: eben haezer
ist
Wisata Selo Tirto Giri (Setigi) di Desa Sekapuk, Kecamatan Ujung Pangkah 

SURYATRAVEL.COM, GRESIK – Jelang akhir pekan, travelers yang ingin berwisata tak jauh jauh dari Surabaya, destinasi wisata di Gresik bisa menjadi pertimbangan.

Ada suasana pantai, ada perbukitan wisata sejarah atau keliling kota lama Gresik dengan bus sambil ngopi, tentunya akan menjadi pilihan alternatif lain utuk melepas penat dari hiruk pikuk kota Surabaya. Berikut beberapa rekomendasi tempat wisata di Gresik yang bisa disambangi saat weekend

1. Pantai Pasir Putih Dalegan

Pantai Dalegan di Gresik.
Pantai Dalegan di Gresik. (ist)

Destinasi wisata di Jawa Timur berangsur buka kembali setelah sekitar 3 bulan tutup karena pandemic Covid-19.

Salah satu destinasi wisata yang buka kembali dengan tatanan normal baru adalah Wisata Pasir Putih Pantai Dalegan Gresik. Sama seperti tempat wisata lainnya, wisata ini juga tutup lantaran dampak dari menyebarnya virus Covid-19.

Tampil sebagai wisata di era normal baru, Wisata Pantai yang terletak di Kecamatan Panceng Gresik ini benar benar menerapkan secara ketat protokol kesehatan.

Seluruh wisatawan yang hendak masuk ke area atau lokasi wisata harus melewati pemeriksaan mulai dari cuci tangan dengan sabun, pengecekan suhu tubuh dengan thermal gun, lalu masuk bilik desinfektan.

Petugas di pintu masuk juga memeriksa pengunjung apakah sudah memakai masker atau belum.

Di dalam lokasi wisata petugas juga menyediakan banyak tenpat cuci tangan lengkap dengan sabun, petugas juga berkeliling setiap waktu. Dengan menggunakan pengeras suara petugas mengingatkan pengunjung dan para pemilik warung yang ada di dalam area untuk selalu cuci tangan dan mengenakan masker.

Agar tetap bisa menjaga physical distancing di area wisata, pengelola wisata pantai ini menempatkan lokasi parkir mobil dan kendaran roda dua di lapangan di luar area wisata. Bila sebelumnya mobil dan sepeda motor ini parkir di dalam lokasi wisata.

Kondisi ini membuat area dalam wisata menjadi lebih luas dan longgar memungkinkjan untuk penerapan physical distancing.

Wisata Pantai Dalegan ini juga lebih bersih dan cantik. Area bibir pantai lebih bersih dari sampah dan lebih tertata para penjual cinderamata yang ada didalam lokasi. Selain cinderamata pengelola juga menyediakan lokasi khusus untuk penjual ikan asap khas Pantai Dalegan.

Pengunjung yang masuk akan dikenai tiket masuk Rp.10.000 dan parkir untuk mobil Rp.10.000. Perahu wisata juga disediakan bagi pengunjung yang ingin berkeliling pantai, ada perahu dari kayu juga ada perahu boat. Untuk perahu kayu ini setiap pengunjung dikenai tarif Rp 10.000 dan untuk yang ingin naik perahu boat tarifnya Rp 25.000.

Nah, bila ingin berkunjung ke Pantai Pasir Putih Dalegan cukup mudah, dari Surabaya perjalanan bisa lewat Jalan Tol keluar di exit Manyar. Lalu ambil jurusan ke arah Tuban terus saja ikuti jalan besar hingga ketemu penunjuk jalan arah ke Pantai Dalegan. Bila tidak macet perjalanan bisa ditempuh dalam waktu sekitar 2,5 jam.

2. Wisata Selo Tirto Giri (Setigi) di Desa Sekapuk, Kecamatan Ujung Pangkah

Wisata Selo Tirto Giri (Setigi) di Desa Sekapuk, Kecamatan Ujung Pangkah
Wisata Selo Tirto Giri (Setigi) di Desa Sekapuk, Kecamatan Ujung Pangkah (ist)

Pilihan lain wisata di Gresik adalah bekas lokasi tambang kapur yang kini disulap menjadi tempat wisata. Lokasi wisata ini tidak juah dari Pantai Wisata Pasir Putih Dalegan.

Wisata Setigi ini sangat inspiratif karena lokasi bekas tambang itu dulunya sering dipakai untuk tempat buang sampah. Tapi kini disulap jadi tempat wisata yang indah,

Lokasi wisata ini dibuka kembali dengan protokol kesehatan. Pengunjung yang datang diminta untuk menggunakan masker, menjaga jarak di setiap lokasi titik foto, makan dan spot menarik di sana, serta disediakan beberapa lokasi untuk mencuci tangan menggunakan sabun.

Namun memang harus diakui bahwa wisatawan yang datang belum begitu banyak. Lokasi wisata ini belum pulih betul setelah ditutup karena ada pendemi covid-19.

Bahkan karena pemandangan yang apik, wisata bekas tambang dan pembuangan sampah di Desa Sekapuk Gresik ini siap menjadi destinasi wisata untuk mengikuti lomba inovasi daerah new normal oleh pemerintah pusat.

Wisata ini memiliki 15 wahana wisata plus spot foto. Dengan biaya masuk hanya Rp 15 ribu untuk seluruh wahana wisata seluas 5 hektar itu.

Diantaranya Pahatan Gerbang Ghoib, Patung Semar, Jembatan Peradaban, Candi Topeng Nusantara, Miniatur Masjid Persia, Air Terjun, Telaga Warna, Nogo Giri Pancoran, Tangga Derajat, Kolam Banyu Gentong, Pemandian Hijabers, dan masih banyak wahana wisata lainnya.

Sebelum pandemi covid-19 wisata yang baru dibuka tahun ini menjadi lokasi syuting sinetron. Wisatawan tidak hanya berasal dari Gresik dan luar Gresik saja. Bahkan dari luar negeri seperti Amerika Serikat, Canada, Perancis, Australia, Belanda, Thailand, dan Malaysia.

3. Prasati Butulan Desa Gosari, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik

Lokasi Prasasti Butulan Desa Gosari, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik
Lokasi Prasasti Butulan Desa Gosari, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik (ist)

Wisata sejarah ini akan dinobatkan sebagai Cagar Budaya. Prasasti itu bernama prasasti Butulan. Lokasinya di perbukitan batu kapur. Tepat di atas goa yang berada di wisata alam Gosari, Desa Gosari.

Sebuah pahatan tulisan jawa kuno menempel di batu dinding goa tersebut. Cara menjangkaunya cukup sulit. Harus mendaki bukit bebatuan kapur, karena lokasinya tepat di atas goa.

Informasi yang dihimpun, prasasti Butulan ditulis pada tahun 1298 saka. Diperkirakan peninggalan jaman kejayaan kerajaan Majapahit.

Goa dengan prasasti Butulan tersebut dulunya didiami oleh San Rama Samadaya. Saat itu, dia tersingkir setelah Mahapatih Gajah Mada yang menghilang karena kalah.

Sehingga kursi Mahapatih Majapahit diduduki oleh Gajah Enggon.

San Rama Samadaya berdiam diri di sebuah goa itu. Dia tidak sendiri, ada muridnya yang ikut tinggal di dalam goa.

Kepala Pengelola Wisata Wagos, Misbakhud Dawam menyebut prasasti itu sudah ditemukan lama. Bahkan sebelum wisata Wagos yang terdiri dari kincir angin, dan taman bunga itu didirikan.

Tidak semua orang bisa menjangkau wisata Goa dengan Prasasti Butulan itu karena medan yang harus dilalui cukup ekstrem. Pengunjung harus hati-hati karena lokasinya di perbukitan batu kapur.

"Prasasti Butulan sudah pernah dicek bahkan sebelum dibukanya wisata ini. Kira-kira 10 tahun lalu. Letaknya di atas goa lagi, jumlah goa disini cukup banyak. Ada satu yang kita buka untuk umum," terang Dawam.

Selain masuk gang, pengunjung juga harus berjalan kaki menuju mulut goa yang mencapai 200 meter. Kondisi jalan yang naik karena wilayah perbukitan kapur.

"Ada prasasti Butulan di perbukitan batu kapur ini. Sudah disampaikan ke Bupati, tinggal rekomendasi ke Kementrian untuk dinobatkan sebagai cagar budaya," lanjutnya.

4. Wisata keliling kota lama dengan bus sambil ngopi

Wisata keliling kota Lama Gresik sambil ngopi di dalam bus pariwisata yang telah dimodifikasi.
Wisata keliling kota Lama Gresik sambil ngopi di dalam bus pariwisata yang telah dimodifikasi. (ist)

Wisata keliling kota lama di Gresik ini merupakan inovasi yang dihadirkan sebuah tempat ngopi di Gresik bernama Pit-Stop. Dipilihnya menikmati kopi sambil berkeliling Kota Pudak dengan bus ini karena berawal dari rasa prihatinnya setelah para pekerja di bidang bus pariwisata benar-benar terdampak pandemi covid-19 ini. Mereka tidak bisa lagi membawa penumpang untuk sekadar berwisata karena dilarang berkumpul.

Sejak Bulan Maret lalu, para pekerja di bidang bus pariwisata ini hanya bisa memarkirkan kendaraan di garasi mereka.

"Kami bekerjasama dengan para pelaku bus pariwisata di Gresik yang terdampak pandemi covid-19. Kita berkolaborasi," ujar owner Pit-Stop, Muhammad Ramadhani Anwar.

Kapasitas tempat duduk di dalam bus dipangkas separuh untuk menuruti jumlah 50 persen penumpang. Hanya 30 penumpang saja sekali jalan.

Harga yang ditawarkan pun tergolong ramah di kantong. Dengan durasi keliling Gresik selama satu jam, penumpang hanya ditarik biaya Rp 45 ribu hingga Rp 55 ribu saja.

Para penumpang mendapatkan satu gelas kopi dan snack, bahkan nasi sebagai menu dalam perjalanan. "Seminggu empat kali hari selasa, kamis, sabtu dan minggu mulai jam 15.00 Wib dan 19.00 Wib," tandasnya. (wiwit purwanto)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved