Mengenal Prasasti Parada di Desa Siman Kediri yang Terkait Raja Mpu Sindok

Situs kuno Prasati Parada yang ditemukan di Desa Siman, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri diduga terkait dengan raja Mpu Sendok.

surabaya.tribunnews.com/farid mukarrom
Prasasti Parada yang ditemukan di Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri 

SURYATRAVEL, KEDIRI – Situs kuno Prasati Parada yang ditemukan di Desa Siman, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri diduga terkait dengan raja Mpu Sendok.

Menurut pemerhati sejarah Novi Bahrul Munib Prasasti Parada ini diterbitkan oleh Raja Sindok pada tahun 856 tahun saka atau 934 Masehi dan berusia lebih dari 1000 tahun.

“Prasasti ini cukup menarik karena dalam lokasi ini disebutkan lokasi dari tempat yang diperintah oleh Raja Sindok. Dalam baris ke-8 di Prasasti Parada ini disebutkan tulisan tanah sima yang berada di Timur Bendungan Sungai Harinjing. Selain itu juga menariknya disini ada prasasti Harinjing yang menjadi bukti hari jadi Kediri. Sekarang sudah diamankan di museum Kediri,” jelasnya.

Manfaat dari Sungai Harinjing, dijelaskan dalam Praasti Parada, menjadi bagian penting yang dimanfaatkan masyarakat di Kabupaten Kediri dari generasi ke generasi.

“Dalam Prasasti ini sungai dibuat pada abad ke 8 Masehi yang manfaatnya dirasakan dari raja ke raja lainnya sampai kerajaan majapahit kita temukan prasasti yang menemukan ini. Sehingga sangat penting prasasti di Desa Siman Kepung perbatasan malang kediri dengan kaitana pengelolaan sungai,” katanya.

Seperti diketahui sebelumnya bahwa Prasasti itu seperti saat ini adalah Surat Keputusan atau SK yang dikeluarkan oleh Raja.

“Dalam Prasasti ini disebutkan bagaimana raja yang menyayangi masyarakatnya yang sangat berjasa dan diberikan anugrah tanah sima. Kemudian jenis pekerjaan serta pajak yang dulu sudah dibuatkan oleh kerajaan berupa pande, emas bagi pedagang hewan atau lembu serta Pabanyokan (Pelawak) mereka semua sudah ada sejak dulu,” tuturnya.

Melalui Prasasti ini, menurut Novi kita bisa belajar banyak kehidupan jaman dahulu yang sudah ada seperti Pelawak, Pedagang, Pengembara dll.

“Jadi jangan dibayangkan jaman dahulu itu kehidupan sepi dan tidak ada apa-apa dengan background pekerjaan yang macam-macam. Bahkan juga ada yang pembuat kain seperti tinta dan lain-lain, itu semua sudah ada dan diklasifikasikan,” tutupnya

Keindahan Waduk Siman di Lereng Kelud Jadi Berkah Bagi Pemilik Warung Sekitarnya

Ikuti kami di
Editor: eben haezer
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved