Waktu Luang Masyarakat Banyak, Bisnis Aquascape di Tulungagung Kian Melambung Meski di Masa Pandemi

Meski di masa pandemi, bisnis Aquascape di Tulungagung menunjukkan pertumbuhan karena masyarakat punya waktu luang lebih banyak untuk tekuni hobi

surabaya.tribunnews.com/david yohanes
Aquascape milik Imam Bahrudin. 

SURYATRAVEL, TULUNGAGUNG - Deretan aquarium cantik tertata rapi di galeri milik Imam Bahrudin (28) di Jalan Raya Wonorejo, Gempol, Sumberdadi, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung.

Di dalamnya tertata batu atau bayu dan aneka tumbuhan air yang hidup. Ikan-ikan di dalamnya layaknya hidup di alam bebas, seperti aslinya.

Imam adalah perajin aquascape, seni menata aquarium dengan menciptakan ekosistem layaknya alam liar. Aquascape tidak bisa dikerjakan sembarangan, karena butuh ilmu khusus agar tercipta ekosistem hewan dan tumbuhan secara seimbang. Material dan tumbuhan air yang digunakan juga pilihan, tidak bisa sembarangan.

Di masa pandemi ini, permintaan aquascape justru mengalami peningkatan tajam. Diduga karena warga lebih banyak beraktivitas di rumah, sehingga butuh hiburan. Aquascape salah satu yang menjati pilihan warga.

“Sebelum pandemi paling hanya 1-2 pesanan per bulan. Sekarang bisa 5-7 pesanan per bulan,” ungkap Bahrudin.

Kenaikan juga terjadi pada penjualan pernak-pernik aquascape. Seperti tanaman air, rumput, bebatuan, kayu sampai tanah yang dipakai di dasar aquarium. Termasuk aneka nutrisi untuk tanaman air .

Imam berkisah, tahun 2013 dirinya merintis usaha farmer (budidaya) tanaman air untuk aquascape. Sebab saat itu aquscape belum dikenal dan tanaman airnya masih sangat mahal. Sebagai contoh, montecarlo atau tanaman karpet ukuran tutup botol air mineral dijual Rp 75.000.

“Dulu farmer masih sedikit, makanya mahal. Sekarang hanya Rp 10.000 – Rp 15.000 saja setutup botol air mineral,” tutur Bahrudin.

Selama itu pula ayah satu anak ini belajar membuat aquascape secara otodidak. Karena tidak ada yang mengajari, biaya belajar otodidak ini pun sangat mahal. Bahrudin mencontohkan, untuk aquarium ukuran 30x30 centimeter, dirinya bisa menghabiskan uang Rp 3.000.000.

Padahal jika sekarang harganya tidak lebih dari Rp 1.000.000 hingga Rp 1.500.000. Tahun 2015 Bahrudin serius menekuni aquascape dengan segala pernak-perniknya. Bahkan saat itu Bahrudin melepaskan pekerjaan sebagai guru di sekolah swasta.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: eben haezer
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved