Waktu Luang Masyarakat Banyak, Bisnis Aquascape di Tulungagung Kian Melambung Meski di Masa Pandemi

Meski di masa pandemi, bisnis Aquascape di Tulungagung menunjukkan pertumbuhan karena masyarakat punya waktu luang lebih banyak untuk tekuni hobi

Editor: eben haezer
surabaya.tribunnews.com/david yohanes
Aquascape milik Imam Bahrudin. 

“Kalau sekarang sudah lumayanlah, bisa diandalkan. Lima belas juga pasti dapat,” ujar laki-laki yang menyelesaikan pendidikan S2 ini.

Kini bersama teman-temannya Bahrudin membentuk komunitas aquascape di Tulungagung. Anggota komunitas saling membantu untuk menyelesaikan setiap pesanan. Sebab menurut Bahrudin, untuk mengerjakan aquarium ukuran satu meter ke atas butuh bantuan untuk mengerjakannya.

Untuk membuat aquascape juga dibutuhkan imajinasi dan kreavitas. Bukan saja mewujudkan konsep, namun juga memikirkan bagaimana terbentuk ekosistem yang sempurna di aquarium yang serba terbatas. Tak heran untuk satu aquascape sederhana dibutuhkan wahtu penataan sekitar 2 jam.

“Kalau ukuran besar dan konsepnya rumit, bahkan bisa satu hari lebih. Karena itu biasanya kami bagi hasil dengan teman-teman lain,” ucap Bahrudin.

Namun kini muncul masalah, karena banyak perajin aquascape dadakan. Mereka sekedar menata tanaman di dalam aquarium, tanpa memperhatikan prinsip terbentuknya ekosistem di dalam aquarium. Akibatnya dalam beberapa hari hewan dan tumbuhan di dalam aquarium mati.

Kondisi ini membuat penggemar aquascape yang masih awam menjadi anti dengan aquascape. Mereka berpikir, aquascape tidak bisa bertahan lama. Akhirnya para seniman aquascape seperti Bahrudin yang dirugikan.

"Kalau ketemu yang seperti itu pasti saya nasehati dan saya ajari sekalian. Kasihan, bisa rusak kalau mengejar keuntungan tanpa memperhatikan prinsip dasar aquascape," pungkas Bahrudin. (David Yohanes)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved