4 Kuliner yang Bikin Nagih di Sidoarjo

Ada banyak ragam kuliner yang dapat dinikmati di Sidoarjo. Namun, berikut adalah 4 rekomendasi yang bisa dicoba bila mengunjungi Sidoarjo.

Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: eben haezer
surabaya.tribunnews.com/wiwit purwanto
Kikil Waru Jaya di kecamatan Waru, Sidoarjo. 

SURYATRAVEL, SIDOARJO - Di kabupaten Sidoarjo, terdapat beberapa jenis kuliner yang patut dicoba. Dari berbagai macam kuliner yang tersedia, berikut empat rekomendasi yang patut dicoba. 

Pertama adalah kikil sapi Waru Jaya.  Bagi sebagian warga Surabaya dan sekitarnya, warung Kikil sapi Waru Jaya yang ada di perbatasan Surabaya Sidoarjo ini menjadi legenda karena warung sederhana ini sudah buka sejak Tahun 1975.

Kikil Waru Jaya di kecamatan Waru, Sidoarjo.
Kikil Waru Jaya di kecamatan Waru, Sidoarjo. (surabaya.tribunnews.com/wiwit purwanto)

Sekarang yang mengelola adalah generasi kedua.

“Ini generasi kedua,” kata Hj Endang.

Melegendanya warung ini karena rasa khas dari kikil sapi ini sulit dicari di tempat lain.

Daging kikil yang empuk, kuah yang panas dan segar serta irisan lontong yang khas, padat dan punel menjadikan kikil sapi Waru Jaya ini banyak pelanggannya

Selain itu, kikil sapi yang sudah diolah tanpa ada rasa bau, ditambah rempah di dalam kuah, menjadikan kikil sapi ini memiliki cita rasa tersendiri.

Ditambah perasan jeruk serta sambal kacang dan irisan daun bawang, maka kuliner kikil sapi ini sungguh nikmat dinikmati siang atau malam.

Dalam sehari, kata Hj Endang, warung ini bisa menghabiskan 25 stel kaki sapi, atau 100 potong kaki.

Lontong cecek salah satu kuliner khas Sidoarjo
Lontong cecek salah satu kuliner khas Sidoarjo (suryatravel/wiwit purwanto)

Rekomendasi kedua adalah lontong cecek (e dalam kata itu dibaca seperti melafalkan kata remeh, red).

Seperti kuliner khas Sidoarjo lainnya yakni Lontong Kupang, kuliner Lontong Cecek ini rasanya juga didominasi petis dan manis gula putih.

Cecek sendiri adalah kulit sapi yang sudah diproses dan diolah sehingga siap menjadi makanan.

Biasanya penjual lontong cecek ini selalu mendampingkan dengan lontong kupang.

Seperti Mansur, penjual lontong cecek di kawasan Gedangan Sidoarjo.  Dengan membawa dua panci besar, Mansur sejak siang sudah memarkir rombongnya.

Beda dengan lontong kupang, kuah lontong cecek ini dimasak dengan santan kelapa, dari santan dan kelapa yang sekaligus di masak bersama cecek menjadikan kuliner ini memiliki kekhasan rasa tersendiri.

"Yang pasti gurih, ada rasa sedap dari petis dan pedas," kata Muawanah, seorang penikmat lontong cecek.

Dominasi petis dan gula putih menjadi kuah lontong cecek ini makin gurih, apalagi yang suka dengan rasa pedas, dijamin berkeringat setelah menyantap lontong cecek.

Mansur mematok harga yang terjangkau untuk seporsi lontong cecek ia hanya memasang harga Rp 10.000. Di Sidoarjo banyak pedagang lontong cecek, selain di Gedangan ada juga di sekitar GOR Sidoarjo atau di tempat tempat keramaian.

Nah kalau sedang berada di Sidoarjo atau di Surabaya pastikan bisa menemukan kuliner ini. Rasanya dijamin akan membuat kangen untuk datang kembali ke Sidoarjo.

Bubur Ayam Mang Asep di Jalan Kartini Sidoarjo
Bubur Ayam Mang Asep di Jalan Kartini Sidoarjo (suryatravel/wiwit purwanto)

Rekomendasi ketiga adalah bubur ayam Mang Asep yang ada di Jl Kartini, Sidoarjo (arah menuju Polres Sidoarjo lama). Setiap pagi kedai Buryam Mang Asep ini selalu penuh dengan penikmat sarapan Buryam.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved