Menikmati Nasi Aron Khas Tengger di Touring Perdana YR15CI Surabaya

Nasi Aron khas Tengger menjadi hidangan istimewa untuk Komunitas YR15CI saat touring ke Gunung BRomo beberapa waktu lalu.

Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: eben haezer
ist/ayyukurnia64.weebly.com
Nasi Aron 

SURYATRAVEL, SURABAYA -  Pandemi COVID-19 membuat aktivitas para biker komunitas motor seperti touring dan kegiatan yang bersifat tatap muka harus ditiadakan.

Nah setelah memasuki era new normal, komunitas YR15CI Surabaya kembali menggelar touring perdana menuju Bromo.

Selain melepas rindu, kegiatan ini dilakukan untuk menumbuhkan kembali loyalitas dan kekompakan tim.

Konseptor acara serta panitia touring dari YR15CI Surabaya yang tergabung dalam Bold Riders, Irwan Sid mengatakan touring menuju Bromo ini ditempuh selama 30 jam PP (pulang pergi).

Sebanyak 30 riders yang mengikuti kegiatan ini juga menikmati berbagai cerita positif selama dalam perjalanan.

Salah satu yang tak bisa dilupakan Irwan dan rekan-rekannya dalam touring ini adalah kenikmatan menyantap nasi Aron khas suku Tengger, Bromo.

Perlu diketahui, suku Tengger memiliki banyak keragaman kuliner.

Terdapat 105 jenis kuliner khas Tengger berdasarkan klasifikasi makanan pokok, hidangan sayuran, lauk-pauk, kondimen, jajanan (snack), dan minuman.

Terdiri atas 5 jenis makanan pokok, 29 jenis hidangan sayuran, 14 jenis lauk-pauk, 14 jenis kondimen (sambal), 37 jajanan, 2 sepinggan, dan 4 minuman.

Dari sekian banyak kuliner itu, salah satunya adalah nasi aron.

Nasi aron ini terbuat dari jagung putih yang dihaluskan, kemudian dibentuk balok lalu ditanak atau dikukus.

Sebagai pendamping nasi aron, ada sayur daun ranti. Ini adalah sayuran khas Bromo yang dimasak dengan cara direbus.

Sebagai lauknya, ada ikan klotok, semacam ikan tongkol yang diasinkan dan digoreng kering.

Kuliner untuk anak-anak motor yang berkunjung ke Tengger ini makin maknyus karena disajikan dengan sayur asam ditambah sambal khas Bromo, yang menggunakan bahan utama cabe khas Tengger yang bentuknya seperti paprika.

"Bahagia banget bisa menikmati makanan yang luar biasa bersama teman-teman YR15CI. Apalagi ini momen pertama kali sejak pandemi terjadi awal Maret lalu," kata Irwan akhir pekan lalu.

Sebelum touring ke Bromo, komunitas YR15CI menggeber motornya ke Bali dan Surabaya di tahun 2019 lalu. Dua even itu merupakan touring wajib yang harus diikuti seluruh anggota.

"Touring adalah salah satu cara untuk memperkuat kekompakan dan persaudaraan. Karena itulah tiap tahun kami menggelar touring wajib seperti halnya ke Tengger, Bromo ini," ujar Irwan.

Salah satu petinggi komunitas Bold Riders Surabaya, Reinanda Yusman didampingi Bimanda Yuswandono menilai touring bisa menjadi sarana untuk memperkenalkan berbagai keindahan dan keunikan suatu daerah.

Seperti halnya yang dilakukan YR15CI Surabaya yang mengeksplore berbagai keunikan suku Tengger, termasuk makanan khasnya.

"Komunitas Bold Riders akan terus menjadi bagian dari kampanye kebangkitan dari pandemi COVID-19. Salut buat teman-teman YR15CI yang tetap konsisten mengaspal dengan berbagai cerita uniknya. Salam sehat," kata Reinanda. 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved