Kuliner Surabaya

Tak Cuma Tawarkan Ramen Otentik, Sukamen Juga Tawarkan Peluang Bisnis di Tengah Pandemi

Sukamen, resto ramen otentik yang baru dibuka di Surabaya membuka peluang kerjasama dengan masyarakat luas.

Penulis: Akira Tandika
Editor: eben haezer
surabaya.tribunnews.com/akira tandika
Pembuatan ramen di Sukamen yang baru buka di Surabaya 

SURYATRAVEL, SURABAYA - Kondisi bisnis di semua lini saat pandemi sedang lesu. Tak terkecuali bisnis kuliner yang notabene menyediakan kebutuhan pokok masyarakat.

Hal itu pun diakui oleh Founder Sukamen, Erwin Wijaya dalam presentasinya belum lama ini.

Menurutnya, di antara empat kondisi yang tengah dialami masyarakat, dia lebih menyorot mengenai tingginya keinginan meningkatkan pemasukan tambahan.

"Selain sedang jenuh, butuh refreshing, dan harus menakan pengeluaran, ternyata masyarakat juga butuh pemasukan baru di samping pemasukan utama," terangnya.

Erwin menambahkan, untuk mendapatkan pemasukan tambahan, saat ini masyarakat banyak melakukan pekerjaan sampingan. Salah satunya dengan berbisnis kuliner.

"Karena memiliki banyak waktu di rumah, jadi banyak yang iseng-iseng belajar memasak. Nanti kalau sudah berhasil, baru dijual," tambahnya.

Melihat hal itu, Erwin bersama timnya memberanikan diri untuk menawarkan produk Sukamen Ramen pada masyarakat sebagai peluang usaha di masa pandemi.

Menurutnya, di tengah pandemi seperti saat ini, masyarakat lebih memilih makanan yang akan mereka konsumsi.

"Kuncinya harus sehat, enak, dan kenyang. Ini sangat berbanding terbalik dengan sebelum pandemi, di mana makanan sehat jarang sekali diutamakan," tutur Erwin.

Dengan tiga kunci itu, Erwin berani menawarkan Sukamen Ramen sebagai produk yang tengah dicari masyarakat.

"Ramen dengan konsep kekinian, citarasa otentik, harga terjangkau, dan tidak mengandung babi. Hal ini yang saya tawarkan kepada pelaku UKM apabila mereka ingin melakukan kolaborasi dengan Sukamen," ungkpanya.

Saat ini, Erwin dan tim ingin agar nama Sukamen dapat menyebar luas hingga seluruh Indonesia, dengan melakukan kolaborasi bisnis.

Dengan harga kemitraan yang relatif murah dan keuntungan melimpah, Erwin percaya akan banyak masyarakat yang tertarik dengan bisnis ini.

"Tiap pelaku UKM yang bergabung dengan Sukamen, juga akan mendapat keuntungan yakni, pelatihan bisnis, materi marketing, serta bahan-bahan pendukung lainnya seperti, alat masak, buku resep, bahan baku awal dan kemasan, hingga pemakaian brand selama dua tahun," tutupnya.

Baca juga: Mencicipi Sukamen, Ramen Otentik Khas Jepang yang Baru Dibuka di Surabaya

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved