Wisata Kampung Anggrek di Lereng Gunung Kelud Kembali Dibuka

Wisata Kampung Anggrek di Kabupaten Kediri kembali dibuka setelah lama ditutup karena pandemi covid-19.

Editor: eben haezer
surabaya.tribunnews.com/farid mukarrom
Direktur PT Anugrah Anggrek Nusantara, Zaenudin 

SURYATRAVEL, KEDIRI – Wisata Kampung Anggrek di Kabupaten Kediri kembali dibuka setelah lama ditutup karena pandemi covid-19. 

Tempat wisata yang berada di area lereng Gunung Kelud ini sudah menjadi ikon di Kabupaten Kediri. Selain menyuguhkan bunga anggrek yang cantik dan harum tempat ini juga menyajikan tempat edukasi mengenai budidaya Anggrek.

Wisata Kampung Anggrek terletak di Lereng Gunung Kelud. tepatnya di Dusun Semberpetung, Desa Sempu, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri.

Maret 2020 lalu tempat ini harus tutup sementara.

Sebelum pandemi, Kampoeng Anggrek buka setiap hari mulai Senin-Sabtu: 08.00-16.30 WIB dengan tiket Rp 10.000. Khusus hari Minggu/Hari Libur: 08.00-17.00 WIB/tiket Rp 12.000.

Dalam sehari pengunjung Kampoeng Angrek bisa mencapai 3.000 orang seharinya, terutama di hari Sabtu dan Minggu.

Ada beberapa jenis anggrek di Kampoeng Anggrek ini, antara lain phalaenopsis/anggrek bulan, vanda, catlea, onsidum, dan dendrobium.

Meski banyak jenisnya, anggrek yang tenar dan menjadi favorit adalah anggrek bulan, dan yang kedua adalah dendrobium.

Satu tangkai anggrek bulan saat ini dihargai Rp 125 ribu, sedangkan jenis lain harganya bervariasi dari harga Rp 30-100 ribuan.

Direktur PT Anugrah Anggrek Nusantara Zaenudin Pengelola Kampoeng Anggrek berpikir keras bagaimana caranya agar usahanya tetap berjalan. Salah satu cara yang digunakan adalah melalui penjualan secara online.

Kemudian semua karyawan dialihkan ke produksi, yaitu mulai dari induk, persilangan, pengecambahan, laboratorium, pembibitan, sampai pembesaran.

Menurut Zaenudin, kapasitas laboratorium sebetulnya mencapai 300 ribu/tahun. Tapi sekarang ini produksinya hanya 120 ribu bibit/tahun atau 10 ribu/bulan.

Zaenuddin mengaku berkonsultasi dengan Satgas Covid-19 Kabupaten Kediri sejak dua minggu lalu untuk membuka wisata Kampung Anggrek. Hingga akhirnya diperbolehkan buka, namun secara terbatas.

"Dari kapasitas 3.000 pengunjung per hari saat ini hanya diperbolehkan separuhnya saja. Akan tetapi saat dibuka rata – rata yang data hanya sekitar 500 orang. Selain itu kami juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat" kata Zaenuddin.

“Mereka semua saat memasuki tempat ini harus mencuci tangan dengan sabun, cek suhu tubuh dan wajib pakai masker. Selain itu kita juga buatkan jalur khusus di pengunjung sehingga mereka tidak akan berkerumun,” ucapnya.(farid mukarrom)


Sumber: Surya
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved