Wow, Di Tengah Pandemi Budidaya Ikan Koi di Kabupaten Kediri Malah Ketiban Rezeki

Sejak pandemi Covid-19 melanda, penjualan ikan koi di Kabupaten Kediri meningkat tajam hingga 100 persen.

Editor: eben haezer
surabaya.tribunnews.com/farid mukarrom
Budidaya ikan koi kelolaan Surya di Kecamatan Plosoklaten, kabupaten Kediri 

SURYATRAVEL, KEDIRI - Sejak pandemi Covid-19 melanda, penjualan ikan koi di Kabupaten Kediri meningkat tajam hingga 100 persen.

Seperti yang terjadi di sentra budidaya ikan di Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri.

Banyak pengusaha budidaya ikan koi di Plosoklaten kewalahan karena permintaan yang meningkat dari biasanya.

Menurut Surya, pemilik usaha budidaya ikan koi di Desa Punjul, kecamatan Plosoklaten, tingginya permintaan untuk penjualan ikan koi akibat diberlakukannya pembatasan sosial. sehingga masyarakat memilih aktivitas memelihara ikan koi sebagai hiburan di tengah kejenuhan saat pandemi Covid-19.

"Alhamdulillah selama pandemi permintaan banyak, lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya. Untuk jenis ikan Koi, dalam satu bulan omset mencapai 10 juta," jelasnya.

Ia juga menjelaskan, permintaan jenis ikan koi juga mermacam-macam, seperti Showa, Thanco, Chagoi, Goromo, Soragoi, dan sebagainya. Namun permintaan yang disukai jenis ikan koi tertinggi saat ini ialah jenis Showa. Kelebihannya yakni dari segi corak warna sangat beragam. Dari segi harga juga yang paling mahal.

"Untuk ikan koi indukan per ekor dijual dengan harga 3 sampai 5 juta. Sedangkan yang berukuran 10 sampai 20 Centimeter, dijual dengan harga Rp50.000," terangnya.

Dalam segi pemasaran untuk penjualan ikan koi, Surya mengaku selama ini tidak mengalami kendala sama sekali. Hal ini disebabkan karena pemanfaatan media sosial.

Sementara itu untuk penjualan Surya masih memasarkan ikan koi di wilayah Indonesia seperti Banyuwangi, Jakarta, Bandung, Malang.

Melalui penjualan budidaya ikan koi yang dijalaninya surya dapat meraup keuntungan 25 juta lebih dalam waktu 1 bulan.

"Kalau sekarang permintaan sangat tinggi jadi harga jualnya mahal. Namun terkadang juga ikan disini mati, akhirnya rugi" tuturnya.

Surya juga menyampaikan bahwa dirinya tak kesulitan untuk mencari modal keadaan usahanya sedang mengalami kerugian.

"Namanya usaha pasti ada untung dan ruginya. Tapi selama ini kalau butuh modal saya pernah pinjam bank BRI atau KUR," jelasnya.(farid mukarrom)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved