Menengok Peringatan Sumpah Pemuda di Rumah Masa Kecil Bung Karno

Situs Persada Sukarno yang menjadi rumah masa kecil Bung Karno di, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri menggelar Peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Editor: eben haezer
surabaya.tribunnews.com/didik mashudi
Kushartono, Ketua Harian Persada Sukarno 

SURYATRAVEL, KEDIRI - Situs Persada Sukarno yang menjadi rumah masa kecil Bung Karno di Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri menggelar Peringatan Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2020).

Sikan Abdillah, Ketua Panitia Peringatan Hari Sumpah Pemuda mengatakan Hari Sumpah Pemuda diperingati dengan upacara pengibaran bendera merah putih, selamatan dan doa bersama, santunan anak yatim dan fakir miskin, pentas tari dan musik kebangsaan.

"Semua kegiatan dilakukan dengan standar protokol kesehatan," katanya. 

Pada kegiatan ini juga disampaikan peryataan sikap terkait Omnibus law. Karena Undang-undang Omnibus law dan semangat Sumpah Pemuda adalah dua hal yang bisa disinergikan. "Jika berhasil akan berdampak positif untuk bangsa dan NKRI ini," tambahnya.

Sementara Kushartono, Ketua Harian Situs Persada Sukarno mengatakan Peringatan Sumpah Pemuda dan Omnibus law digabungkan dan dikelola dengan baik, akan berdampak untuk menyadarkan para pejabat sekaligus menyadarkan rakyat. Dua golongan yang harus selalu bergandeng tangan.

“Dua golongan ini akan sadar, rukun dan harmonis. Karena semangat Sumpah Pemuda adalah semangat kerukunan, semangat kebersamaan. Membuang jauh ego demi hidup damai bersama-sama,” jelas Kushartono.

Kushartono mengatakan, Bung Karno sudah mengingatkan, memang bisa terjadi hubungan dua golongan antara rakyat dan penguasa ini tidak harmonis. Bisa saja terjadi jurang pemisah antara rakyat dan pejabat.

"Bung Karno pernah mengatakan perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri," ungkapnya.

Penyebabnya hanya satu, kadang-kadang kita lupa kalau bersaudara. Bahkan kita telah bersumpah sebagai saudara. "Maklum sudah 92 tahun lalu sumpah itu diikrarkan," ungkapnya..

Diakui Kushartono, kadang orang menganggap remeh sebuah sumpah. Namun kalau Indonesia mau bangkit menjadi negara besar dan disegani rahasianya justru ada di sumpah.

"Baik itu sejarah Sumpah Palapa, Sumpah Pemuda dan Sumpah Jabatan. Sumpah yang diperjungkan sungguh-sungguh bukan sekedar diucapkan,” ujarnya.(didik mashudi)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved