Cerita Traveler

Kemping Cantik Tanpa Repot di Budug Asu

Budug Asu, sebuah tempat di kaki Gunung Arjuno bisa menjadi atlernatif yang pas bagi mereka yang ingin berwisata alam namun tak jauh dari Surabaya

ist
Serunya berfoto di atap mobil 4x4 dengan latar belakang gunung Arjuno di Budug Asu 

SURYATRAVEL, SURABAYA - Berbulan-bulan bergerak terbatas, ketika ada kesempatan menikmati alam raya, tentu tidak boleh dilewatkan.

Bagi yang tak bisa bepergian terlalu jauh dari Surabaya, di tengah pandemi, pilihan yang rasional adalah berwisata ke tempat yang tidak terlalu ramai di tempat-tempat yang dekat dengan Surabaya. 

Budug Asu, sebuah tempat di Kaki Gunung Arjuno, bisa jadi pilihan yang tepat. 

Untuk mencapai tempat itu, perjalanan dimulai dari Surabaya melewati tol dan keluar di Lawang menuju ke Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Menyusuri jalan beraspal sekitar 3 km tibalah di Desa Sumberawan.

Nah, di sini berganti dengan kendaraan 4x4 karena kondisi jalan selanjutnya adalah jalan tanah yang tidak rata dengan lebar sekitar 3 meter. Bila musim hujan, jalan itu licin dan bila musim kering berdebu. Lumayan bisa merasakan fun offroad alias offroad tipis-tipis.

Di kanan dan kiri jalan terdapat kebun rakyat yang ditanami kopi robusta, singkong, jagung, sengon, tebu, jeruk siam, jati emas, dan beberapa lainnya. Setelah kendaraan meliuk mesra sekitar 3 km, tibalah di ladang yang sedang ditanami jeruk siam. Di depan terlihat Gunung Arjuna berdiri dengan gagahnya. 

Mobil berhenti. Saatnya berfoto. Penumpang pun bergantian naik di atas kendaraan yang telah diberi rangka besi, lewat tangga dari besi pula. Keseruan naik dan berpose itulah yang membuat gembira. Ada sedikit rasa takut jatuh, namun keinginan mendapatkan foto keren di atas kendaraan berlatar belakang Gunung Arjuna mengalahkan rasa takut.

Perjalanan diteruskan naik sedikit sekitar 1 km menuju hutan pinus. Saatnya berfoto lagi di antara deretan pohon pinus yang menjulang tinggi. Rantingnya menggapai langit. Terlihat indah sekali. Di tempat ini terlihat kota Malang.

Minum teh atau kopi di saat petang menuju gelap sambil melihat kerlip lampu kota dan merasakan dinginnya udara, tentunya sangat menyenangkan. Itu kemewahan yang sulit didapat.

Setelah selesai berfoto, rombongan meneruskan perjalanan sekitar 1 km menuju ke area kebun jeruk siam melewati lahan yang sedang dipersiapkan untuk menanam tebu. Bagi orang kota, kebun jeruk dan persiapan tanah untuk menanam tebu tentu menjadi pemandangan unik.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: eben haezer
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved