Listrik Jadi Kebutuhan Mendesak untuk Mendorong Perkembangan Wisata Pulau Lusi

Upaya pengembangan wisata Pulau Lusi di Sidoarjo masih membutuhkan berbagai dukungan. Salah satu yang mendesak adalah pasokan listrik.

Editor: eben haezer
surabaya.tribunnews.com/m taufik
Speed boat yang dipakai untuk menjangkau Pulau Lusi di Sidoarjo. 

SURYATRAVEL, SIDOARJO - Pulau Lusi di Sidoarjo kembali bergeliat. Setelah cukup lama ditutup karena pandemi, tempat wisata di Sidoarjo itu mulai banyak dikunjungi wisatawan setelah beroperasi kembali belakangan ini.

Tiga speed boat dan empat bus air terlihat beroperasi semua, Minggu (1/11/2020). Puluhan wisatawan juga nampak asyik menikmati akhir pekan di pinggiran Sidoarjo tersebut.

"Rata-rata dalam sehari 24 kali jalan. Biasanya semakin ramai saat akhir pekan atau hari libur lain," kata Supari, humas Pokdarwis Tlocor di area wisata tersebut.

Selain speed boat dan bus air, Pokdarwis Tlocor juga mengelola lapak pedagang, dan sebuah home stay yang berisi 16 kamar bertarif Rp 250 ribu permalam. Dalam satu bulan, omzetnya bisa tembus sekira Rp 300 juta.

Ke depan, mereka juga akan membangun tempat pelelangan ikan di sana. Serta melakukan sejumlah perbaikan fasilitas di tempat wisata yang berada di bawah naungan Kementrian Kelautan dan Perikanan (KPP) tersebut.

Rencana itu mendapat dukungan dari Pemkab Sidoarjo. Pj Bupati Sidoarjo Hudiyono bersama anggota DPR RI Rahmat Muhajirin, serta dua anggota DPRD Sidoarjo Zahlul Yusar dan Mimik Idayana berkunjung ke Pulau Lusi.

"Untuk melihat langsung kondisi di lapangan. Apa yang bisa kita bantu dan bisa kita lakukan untuk mendorong pengembangan wisata Pulau Lusi ini," ujar Hudiyono di sela kunjungannya.

Jangka pendek, yang perlu direalisasikan adalah pemasangan aliran listrik ke kawasan itu. Beberapa hari ke depan, Hudiyono bakal menggelar rapat bersama beberapa pihak terkait untuk merealisasikan ini.

"Jangka panjangnya, sudah ada desain dan berbagai program dalam upaya pengembangan Pulau Lusi. Semua sudah disiapkan oleh Kementrian KKP," urai Cak Hud, panggilan Hudiyono.

Dia menilai, potensi pertumbuhan dan pengembangan ekonomi di Pulau Lusi memang sangat bagus. Khsususnya dalam hal pariwisata. Semakin hari, pengunjung atau wisatawan yang datang ke sana juga terus bertambah.

Pulau Lusi dulunya disebut Pulau Sarinah. Sebuah pulau sungai yang terbentuk dari endapan lumpur hasil buangan ke Sungai Porong, Sidoarjo. Sudah banyak pohon mangrove berdiri di atas endapan lumpur itu.

Pulau yang luasnya sekitar 93,4 hektar itu terletak di tengah-tengah Sungai Porong perbatasan antara Pasuruan dan Sidoarjo yang berjarak sekitar 25 kilometer dari Tlocor, Desa Kedungpandan, Kecamatan Jabon, Sidoarjo.(M Taufik)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved