Cerita Traveler

Nyaris Ketinggalan Pesawat, Luluk Terpaksa Rujakan Dalam Pesawat

Karena insiden tak terduga, Luluk nyaris saja ketinggalan pesawat. Rencananya rujakan pun akhirnya harus diwujudkan di dalam pesawat

Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: eben haezer
ist
Madam Lulu (kiri). Lewat buku Jejak Langkah Puan, dia berkisah tentang pengalamannya nyaris ketinggalan pesawat. 

SURYATRAVEL, SURABAYA - Traveling dengan menggunakan transportasi publik yang terjadwal harus mempertimbangkan alokasi waktu jika tak mau ketinggalan angkutan. 

Cerita nyaris ketinggalan pesawat misalnya, pernah dialami Luluk Widyasari, traveler yang juga marketing Cancer Center di sebuah rumah sakit swasta di Surabaya. Karena pekerjaannya yang mengharuskan ia keluar kota dan berkeliling Indonesia, Luluk yang akrab dipanggil madam Lulu ini selalu menyempatkan juga untuk traveling.

“Pokok kalau ada waktu selalu menyempatkan untuk cari destinasi wisata,” kata Lulu, Senin (02/11/2020).

Salah satu pengalaman yang ia tulis dalam buku Jejak Langkah Puan adalah ketika ia harus ke Jakarta untuk sebuah urusan dan saat pulang ia nyaris ketinggalan pesawat. Kok Bisa ?

Sebenarnya saat itu ketika semua urusan kedinasan sudah selesai Lulu yang pergi bersama seorang temannya kini harus segera meninggalkan hotel untuk balik ke Surabaya.

“Pesawat jam 16.00, kami sudah prepare dan inginnya mencoba kereta menuju bandara,” katanya.

Setelah semuanya siap dengan estimasi waktu yang sudah terkondisikan, mereka berdua berangkat ke Stasiun Sudirman dan naik kereta Rajawali Rail Link ke Bandara Soekarno Hatta. Nah sebelum meninggalkan hotel ia sempat mampir untuk beli rujak manis, disekitar hotel tempat ia menginap.

“Rencananya nanti sambil menunggu boarding peswat kami makan rujaknya di bandara pasti enak banget,” ucapnya.

Sesuai rencana mereka sudah berada di dalam kereta, namun rupanya cerita mendadak berubah karena dalam tengah perjalanan kereta harus berhenti sebab ada kejadian kebakaran besar yang lokasinya dekat dengan lintasan kereta.

“Ada pemberitahuan kereta harus berhenti dulu karena da kebakaran di depan, belum tahu sampai kapan kereta bisa berjalan normal kembali,” kata Lulu.

Kaget dan panik karena harus segera ke bandara mengingat jam pesawat juga sudah mepet. Sebagian penumpang turun, akhirnya Lulu juga turun dan mengambil keputusan untuk mencari mobil daring untuk mengantarkan ke bandara.

“Panik pokoknya, beruntung ada barengan yang juga mau jalan ke bandara,” tukasnya.

Akhirnya mobil yang ia sewa ini mengantarkan ke Bandara dan waktu yang terus cepat berjalan membuat Lulu dan temannya harus cepat tiba di bandara.

“Ketika sampai kami langsung boarding dan antre menuju lorong garbarata ke pesawat, nyaris tertinggal pesawat,” ungkapnya. 

Rujak manis yang ia beli pun kini kondisinya sudah gak karuan karena harus dibawa berlarian, tapi kelezatan rujak yang sudah tersimpan sejak keluar dari hotel tadi masih manis untuk dinikmati diatas pesawat.

“Yang namanya rujak bentuknya sudah tidak karuan, tapi tetap kami nikmati sambil terbang menuju Surabaya,” pungkasnya. (wiwit purwanto)

Baca juga: Melihat Puncak Gunung Arjuno dari Budug Asu, Tiket Rp 10 Ribu Bonus Tarik Tambang Alami

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved