Warga Kampung Kaliasin Surabaya Manfaatkan Lahan Kampung untuk Gentangan Bagi Pehobi Burung

Warga kampung Kaliasin, Surabaya, memanfaatkan lahan kampung untuk gentangan burung. Fasilitas itu disediakan untuk mewadahi warga penghobi burung

Editor: eben haezer
surabaya.tribunnews.com/habibur rohman
Warga memodifikasi lahan kampung sebagai persipan menampung pehobi burung di RW 11 RT 10 Kaliasin Surabaya. Langkah ini untuk melanjutkan pemberdayaan warga untuk mengolah dan pemanfaatan lahan sebagai langkah lanjutan program smart city yang sebelumnya telah menata lingkungan dengan penyediaan sarana belajar anak, budidaya lele dan magot. 

SURYATRAVEL, SURABAYA - Suasana hijau dan asri langsung menyapa mata kala memasuki kawasan RT 10/RW 11 Kaliasin Surabaya.

Kampung yang masuk dalam 150 besar Surabaya Smart City ini memang tengah berbenah mengubah wajah lingkungan menjadi lebih enak dipandang.

Berbagai kegiatan kampung pun dilakukan, mulai dari membudidayakan lele, magot, sampai menyediakan sarana belajar anak-anak kampung dan masih banyak lagi.

Tidak hanya itu, warga juga memberikan fasilitas bagi yang mempunyai hobi yang sama, salah satunya untuk pehobi burung.

"Kami ingin membuat kampung ini semaju mungkin. Salah satunya kami tambah dengan menghadirkan gentangan burung," ungkap wakil ketua RT 10 RW 11 Yudiono.

Fasilitas tersebut memanfaatkan lahan kampung seluas 12 meter × 14 meter. Saat Surya berkunjung ke lokasi, Minggu (1/11/2020), sejumlah warga tengah menyusun tiang-tiang untuk gentangan.

"Untuk gentangan, luasnya sekitar 10 meter × 12 meter. Kami bikin ini karena memang banyak sekali penggemar burung di sini, bahkan beberapa sudah dapat piala dari mana-mana," Yudiono mengatakan.

Tidak berhenti sampai di situ, warga juga berencana mengadakan lomba burung tingkat Surabaya pada pertengahan November 2020 mendatang.

"Bukan hanya bermain, kami naikkan levelnya dengan menggelar event lomba ini. Kami juga mengundang juri dan korlap dari luar," salah satu pehobi burung dari RT 10 RW 11 Ari Sudiar.

Menurutnya, lomba ini dapat memberikan wawasan yang lebih kepada pehobi burung, khsusunya di RW 11 Kaliasin Surabaya.

"Lahan yang tidak terpakai ini juga bisa hidup lagi. Terlebih, bisa memperkenalkan UMKM kepada masyarakat luar saat event digelar nantinya," katanya.

Ia ingin kampungnya bisa menjadi tempat bermain dan latihan. Tujuannya supaya pehobi bisa mengikuti kejuaraan tingkat nasional.

"Di RW sini, banyak bapak yang hobi memelihara burung, tapi tidak ada komunitas. Sedangkan untuk bermain burung, ada yang single fighter, ada yang bermain secara berklub," katanya.

Akhirnya, warga pun menginisiasi fasilitas ini dengan harapan mengembangkan hobi warga sekaligus memanfaatkan lahan yang jarang digunakan.

"Menurut saya, di sini sangat potensial untuk kejuaraan burung. Akan lebih bagus lagi kalau dikembangkan seperti ini. Sayang kalau punya potensi tapi tidak diperhatikan," ujar Ari.

Burung-burung yang biasanya dilombakan di antaranya burung kenari, lovebird, kucica kampung, cucak ijo, cendet, dan lain-lain.

"Kami akan mengadakan agenda berkala dan sudah minta izin ke Pelestari Burung Indonesia (PBI), juga berkolaborasi dengan juri independen, perusahaan pakan dan multivitamin burung, pembuat sangkar burung, dan sebagainya. Jadi sekalian kami buat pamerannya," ia menguraikan.

Ia berharap dengan adanya ini, potensi pehobi burung, khususnya di RW 11 akan berkembang sehingga bisa memajukan kampung.

"Di sini ada potensi, jadi kenapa tidak kita bantu," tandasnya.(Christine Ayu)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved