Kangen Liburan? Yuk Ikuti Serunya Virtual Tour  Selama Bulan November 2020

kemenparekraf berkolaborasi dengan Traval.co dan sejumlah pelaku industri pariwisata Indonesia menyelenggarakan Virtual Indonesia.

Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: eben haezer
ist/youtube
Ilustrasi 

SURYATRAVEL, SURABAYA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (kemenparekraf) berkolaborasi dengan Traval.co dan sejumlah pelaku industri pariwisata Indonesia menyelenggarakan Virtual Indonesia.

Virtual Indonesia adalah sebuah ajang virtual tour yang memanfaatkan media digital untuk mempromosikan destinasi wisata. 

“Kita masih pada era menggunakan media digital untuk kegiatan-kegiatan promosi atau memperkenalkan destinasi atau aktivitas pariwisata,” kata Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan Kemenparekraf, Rizki Handayani, dalam konferensi pers virtual Virtual Indonesia, Kamis (5/11/2020).

Dia mengatakan virtual Indonesia adalah peluang untuk memperkenalkan destinasi wisata Indonesia ke masyarakat luas yang sudah kangen liburan.

CEO Traval.co, Julius Bramanto mengatakan acara jalan-jalan virtual tersebut akan menampilkan sudut pandang baru.

“Acara virtual ini akan menampilkan sudut pandang wisata yang lebih bertanggung jawab,” katanya.

Kata Julius, pemilihan destinasi wisata yang akan dijelajahi secara virtual adalah berdasarkan sisi cerita yang paling menarik untuk disampaikan

Untuk Gorontalo, destinasi wisata tersebut dipilih lantaran cerita seputar ikan hiu paus di perairannya merupakan sesuatu yang unik di Indonesia.

Selama jalan-jalan secara virtual melihat ikan hiu paus, masyarakat akan ditemani pemandu dari Wisata Hiu Paus Botubarani.

“Kami wisata minat khusus. Hanya orang-orang tertentu yang berminat khusus yang mau berwisata dengan ikan hiu paus,” kata perwakilan Wisata Hiu Paus, Botubarani Sukirman Tilahunga.

Sebelum pandemi, wisatawan minat khusus ditawarkan tiga pilihan kegiatan, yakni snorkeling, diving, dan naik perahu dengan ikan hiu paus.

Untuk berinteraksi dengan mereka, Sukirman mengatakan bahwa ada aturan-aturan khusus, seperti menjaga jarak tiga meter dari kepalanya, dan empat meter dari ekornya.

“Harus ada pemandu, orang yang berwisata tidak bisa terlalu dekat dengan mereka. Mereka juga tidak bisa disentuh kulitnya. Untuk mengetahui lebih lanjut nanti bisa ikut tur virtual,” ujar Sukirman.

Ada kemungkinan tur virtual semacam Virtual Indonesia terus berlanjut karena setiap orang memiliki keinginan untuk mengunjungi banyak tempat wisat. “Tur virtual bisa jadi alternatif untuk kita seleksi mana yang lebih tepat dikunjungi secara langsung,” ujar Julius.

Tur virtual kata Julius  merupakan langkah efektif untuk mempromosikan destinasi wisata kepada masyarakat luas.

Menurut dia, orang-orang akan merasa terikat kepada suatu destinasi wisata setelah mengikuti tur virtual melalui pengalaman dan cerita yang didapat. 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved