Cerita Traveler

Mengejar Sunrise di Bukit Sikunir Dataran Tinggi  Dieng 

Traveling bersama keluarga inti selalu menjadi pengalaman dan kenangan tersendiri. Itu pula yang dirasakan Retno saat plesir ke bukit Sikunir

Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: eben haezer
ist
Retno dan suami saat plesir ke Dataran Tinggi Dieng di daerah Wonosobo, Jawa Tengah. 

SURYATRAVEL, SURABAYA – Traveling bersama keluarga inti selalu menjadi pengalaman dan kenangan tersendiri.

Seperti Retno Fitriyanti seorang travelers asal Surabaya yang membagi keseruan saat plesir ke Dataran Tinggi Dieng di daerah Wonosobo, Jawa Tengah. 

“Itu salah satu destinasi liburan yang cukup populer di Indonesia,” katanya, Kamis (05/11/2020).

Acara traveling ini sudah direncanakan jauh hari, waktunya pun saat semua liburan yakni pada momen liburan lebaran.

“Saat itu pulang mudik dari Jakarta, pas baliknya mampir ke dataran tinggi Dieng,” ujarnya.

Berlima saat itu, Retno bersama suami dan 3 anaknya ke dataran tinggi Dieng.

Karena ini kali pertama mereka ke sana maka ia  men-setting GPS untuk membantu mencapai lokasi.  

Sepanjang jalan, mereka dimanjakan dengan pemandangan hijau menyegarkan.

Rasanya  sudah mengikuti petunjuk arah dengan benar. Bahkan sempat menanyakan arah kepada polisi dan beberapa orang warga setempat yang kami temui di jalan untuk memastikan   tidak salah jalan.

Tanda-tanda kawasan Pegunungan Dieng mulai terlihat. Akhirnya  setelah perjalanan jauh dari Jakarta sampailah Retno di Desa Sikunir, lega rasanya melihat penginapan.

Mereka langsung  masuk ke kamar dan beristirahat karena harus bangun dini hari untuk mengejar sunrise di Bukit Sikunir.

Sekitar pukul 03.00 bersiap menuju ke Bukit Sikunir mengejar sunrise. Karena terlalu lelah, anak-anak memilih untuk tinggal di penginapan.

Perjalanan ke Bukit Sikunir tinggal mengikuti papan penunjuk jalan yang cukup jelas terpampang. Tidak perlu takut tersasar karena petunjuknya jelas dan ramai orang yang menuju ke bukit saat dini hari.

Bukitnya tidak terlalu terjal jadi cocok untuk pendaki pemula. 

Setelah pendakian yang cukup menguras tenaga selama kurang lebih 40 menit, mata  dimanjakan oleh pemandangan yang menakjubkan. 

Terlihat matahari terbit dengan sinar keemasan dengan latar belakang Gunung Sindoro dan Sumbing yang gagah.

Pantas  jika Dieng disebutkan sebagai tempat bersemayamnya para dewa. Banyak wisatawan yang berkunjung ke Puncak Sikunir.

Hawa dingin yang menusuk tulang tidak menyurutkan semangat dan antusias para travelers. 

Setelah puas menikmati sunrise dan mengabadikan momen di Puncak Sikunir,  dilanjutkan turun dan mampir ke  warung.

Ada yang menjajakan gorengan dan makanan khas Dieng seperti kentang dan carica. 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved