Bertepatan Dengan Hari Pahlawan 10 November, Museum Reenactor di Malang Akan Pajang Koleksi Baru

Jelang Hari Pahlawan 10 November, Museum Reenactor di Jalan Sumbersari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, akan memajang koleksi baru.

Editor: eben haezer
tribun jatim/kukuh kurniawan
Salah satu pendiri Museum Reenactor, Mohamad Fariz saat menunjukkan koleksi baru berupa parasut. Parasut itu rencananya akan dipajang dan diletakkan di tengah Museum Reenactor. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

SURYATRAVEL, MALANG - Jelang Hari Pahlawan 10 November, Museum Reenactor di Jalan Sumbersari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, akan memajang koleksi baru.

Koleksi baru yang akan dipajang tersebut berupa sebuah parasut berwarna oranye. Parasut yang memiliki diameter hingga 15 meter itu, akan dipajang di area tengah museum bersanding dengan berbagai replika senjata masa perang dunia kedua dan perang kemerdekaan.

Salah satu pendiri Museum Reenactor, Mohamad Fariz mengatakan parasut tersebut merupakan pemberian dari pamannya.

"Jadi almarhum paman saya yang bernama Trimo itu merupakan seorang veteran tentara berpangkat Kopral. Dimana pernah terlibat dalam masa Operasi Jayawijaya dan Operasi PRRI Permesta. Dan parasut inilah yang digunakan oleh paman saya, saat melakukan penerjunan infiltrasi di dua operasi tersebut," ujarnya, Minggu (8/11/2020).

Ia menjelaskan parasut tersebut bisa dibilang cukup bersejarah. Karena telah digunakan mulai tahun 1962 hingga 1978.

"Sudah digunakan ratusan kali penerjunan, baik terjun saat operasi maupun saat latihan. Setelah itu parasut disimpan oleh paman saya, dan barulah diberikan ke saya untuk dijadikan koleksi museum," jujurnya.

Dirinya menerangkan saat ini pihaknya berusaha mencari referensi, darimana asal parasut tersebut dibuat. Karena minim data sejarah, yang membahas tentang parasut itu.

"Kalau data sementara yang diperoleh, parasut ini buatan Uni Soviet (Rusia). Namun tipenya apa, ini yang masih belum tahu dan masih dicari datanya. Selain itu koleksi parasut yang kami dapat hanya sebatas kanopinya saja, untuk tas parasutnya sudah hilang. Kami masih berusaha mencari ke berbagai tempat, tas parasutnya itu," bebernya.

Ia pun  mengungkapkan bahwa parasut itu sebenarnya digunakan khusus untuk latihan terjun saja. Mengingat warna oranye parasut, yang akan terlihat mencolok saat digunakan penerjunan.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved