Goa Maria Pohsarang Kembali Dibuka Untuk Umum Meski Harus Menerapkan Protokol Kesehatan Ketat

Wisata Religi Goa Maria Pohsarang di Kabupaten Kediri kembali dibuka untuk umum meski harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat

Editor: eben haezer
surabaya.tribunnews.com/farid mukarrom
Wisata Religi Goa Maria Pohsarang di Kecamatan Semen Kabupaten Kediri.  

SURYATRAVEL, KEDIRI -  Wisata Religi Goa Maria Pohsarang di Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri kembali dibuka untuk umum dengan protokol kesehatan ketat.

Wisata Religi Goa Maria Pohsarang merupakan salah satu gereja tertua di Jawa Timur.

Gereja yang dibangun oleh Romo Jan Wolters CM berkalaborasi dengan arsitek terkenal Ir Henricus Maclaine Pont  pada 1936 ini kental suasana Kerajaan Majapahit dan Kolonial Belanda.

Gua ini dilengkapi patung Bunda Maria setinggi 3,5 meter yang menjadi satu diantara lokasi favorit ketika berkunjung ke Gereja Pohsarang.

Salah seorang pengunjung di Goa Maria Poh Sarang, Samuel cukup senang dengan dibukanya kembali tempat wisata ini.

“Saya rasa bagus tadi mulai penerepan protokol kesehatan dengan mewajibkan memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir dan menjaga jarak. Selain itu tadi juga dibatasi maksmal hanya 90 menit,” jelasnya.

Selanjutnya pengunjung juga harus mengisi daftar alamat rumah dan nama lengkap untuk pendataan.

“Petugasnya tadi juga mencatatkan tadi jam berapa masuk tempat ini, kemudian pintunya juga dibuka satu saja  dan dibedakan tempat keluar dan masuknya,” tuturnya.

Sementara itu, Yulius Santoso, selaku petugas informasi dari Pohsarang mengatakan bahwa pihak pengelola tidak mau gegabah untuk membuka secara keseluruhan. Sehingga melakukan berbagai aturan pembatasan dengan tujuan untuk mengantisipasi adanya penyebaran Covid-19.

"Kita batasi untuk pengunjung yang datang kesini. Hanya bagi mereka yang berusia antara 11 tahun hingga 60 tahun yang diperbolehkan masuk. Di luar usia tersebut kami minta menunggu di pos masuk," terangnya.

Pengelola membuat beberapa aturan wajib diantaranya, wisatawan yang datang akan dimintai surat keterangan sehat dari dokter.

"Kalau tidak ada surat keterangan sehat dari dokter ataupun rumah sakit, setidaknya dari lingkungan sekitar," tegas Yulius.

Masih kata Yulius, berdasarkan data kunjungan, jumlah pengunjung yang datang sangat berkurang.

"Sudah mulai dibuka sejak 1 Oktober 2020 kemarin, setelah mendapat izin dari Keuskupan Surabaya. Jumlah jemaat yang diizinkan masuk dibatasi hanya 100 orang per hari. Pengunjung yang dari luar daerah diwajibkan untuk membawa rekomendasi surat sehat," terangnya.(farid mukarrom)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved