Astana Gedong Tulungagung, Pemakaman Sejak Era Kerajaan Hindu-Budha Hingga Islam

Astana Gedong adalah komplek pemakaman kuno di Tulungagung yang sudah ada sejak era kerajaan Hindu dan Budha.

surabaya.tribunnews.com/david yohanes
Arkeolog dan Sejarawan Universitas Negeri Malang (UM), M Dwi Cahyono menunjukkan salah satu bukti peradapan lintas masa di Astono Gedong. 

Temuan angka 1548 di salah satu nisan makam menunjukkan, komplek makam ini sudah sangat tua.

Bahkan Dwi mengatakan, Astana Gedong adalah komplek makam Islam tertua di Tulungagung.

“Tempat ini mempunyai keragaman yang sangat lengkap. Tidak usah diperdebatkan dulu candi Budha kemudian berubah jadi makam Islam,” ujar Dwi.

Astana Gedong mempunyai tiga halaman, yaitu halaman ke-1, halaman ke-2 dan halaman utama.

Masing-masing halaman menunjukkan kedudukan tokoh yang dimakamkan saat itu.

Dwi juga menunjukkan sejumlah bagian yang diduga dumpal dengan jumlah yang tak lengkap.

“Ini memperjelas dugaan, Astana Gedong sudah ada sejak era keradaan Hindu dan Budha. Kemudian dipertahankan hingga saat ini,” tegas Dwi.

Astana Gedong berada di wilayah pertemuan tiga sungai besar, yaitu Brantas, Ngrowo dan Sungai Picisan.

Kondisi ini menegaskan, wilayah Astono Gedong lampau adalah tempat strategis.

Sebab sungai di era lampau adalah jalur transportasi.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: eben haezer
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved