Kehadiran Tahura Lempung di Lontar Surabaya Disambut Antusias Warga

Warga di kawasan Lontar Sambikerep kini senang lantaran ada Taman Hutan Raya (Tahura) anyar di kawasan tersebut yang diberi nama Tahura Lempung

surabaya.tribunnews.com/yusron naufal putra
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dalam acara peresmian Tahura Lempung di kawasan Lontar, Kamis (19/11/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra

SURYATRAVEL, SURABAYA - Warga di kawasan Lontar Sambikerep kini senang lantaran ada Taman Hutan Raya (Tahura) anyar di kawasan tersebut. 

Itu setelah Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini meresmikan secara langsung Tahura Lempung, Kamis (19/11/2020).

"Seneng karena ini apik. Sampai gak iso ngomong," kata salah seorang warga, Yuni (69) sembari tersenyum. 

Tahura Lempung menempati lahan seluas 1,9 hektar. Ada banyak tanaman yang tersedia di sana. Selain tanaman, juga ada ternak ayam petelur. 

Yuni senang, lantaran tempat semacam itu bisa menjadi tempat rekreasi yang dekat dari rumahnya, apalagi gratis. 

"Kebetulan rumah deket, jadi sore bisa kesini, adem, lumayan buat rekreasi gratis," ungkapnya. 

Saat peresmian, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan Tahura Lempung memang dibuat untuk bisa bermanfaat bagi warga. 

"Memang namanya taman hutan raya, jadi bentuknya sebetulnya hutan. Kita tanami buah-buahan, herbal untuk warga disini bisa memanfaatkan itu," ujar Risma. 

Apalagi, Tahura itu dibuka untuk umum. Hal itu nantinya dapat dimanfaatkan untuk warga sekitar berjualan sehingga dapat meningkatkan income warga. 

"Yang paling penting itu untuk meningkatkan income mereka," kata Risma. 

Tahura Lempung yang dibangun sejak 2019 lalu itu merupakan satu diantara sepuluh Tahura yang ada di Kota Surabaya. Hasil panennya juga bakal diberikan kepada warga. 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya, Yuniarto Herlambang mengatakan ada ribuan tanaman disana. 

Misalnya, untuk kategori herbal terdapat 31 jenis tanaman disana. Jumlahnya mencapai sekitar 2100 tanaman herbal. 

"Yang pelindung sama produktifnya sekitar tiga puluh jenis, untuk yang produktif ada 1200an," terang Herlambang. 

Ikuti kami di
Editor: eben haezer
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved