Sejumlah Tempat Wisata dan Akomodasi di Trenggalek Raih Sertifikat Kelayakan dari Satgas Covid-19

Sejumlah tempat wisata dan akomodasi di Kabupaten Trenggalek menerima sertifikat kelayakan dari Satuan Tugas (Satgas) Covid-19. Ini daftarnya

Editor: eben haezer
suryatravel/aflahulabidin
Pantai Prigi di Trenggalek menerima sertifikat kelayakan dari Satgas Covid-19 

SURYATRAVEL, TRENGGALEK - Sejumlah tempat wisata dan akomodasi di Kabupaten Trenggalek menerima sertifikat kelayakan dari Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 wilayah setempat.

Tim Satgas Covid-19 menganggap tempat wisata dan akomodasi yang berupa hotel itu telah melaksanakan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan dan pengendalian Covid-19 di masa pandemi.

Sertifikat kelayakan dikeluarkan pada awal November ini. Sertifikat ditandatangani oleh Ketua Satgas Covid-19 Trenggalek. Joko Irianto.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek, Sunyoto menjelaskan, tempat dan akomodasi yang menerima sertifikat itu sebagian dikelola pemkab, dan sebagaian lagi swasta.

Untuk yang dikelola pemkab, ada lima tempat yang menerima sertifikat. Terdiri dari empat tempat wisata dan satu hotel.

Empat tempat wisata yang dimaksud adalah Pantai Prigi, Pantai Simbaronce, Pantai Pasir Putih Karanggongso, dan Hutan Mangrove Cengkrong. Sementara satu hotel adalah Hotel Prigi.

Untuk yang dikelola swasta, ada Wisata Tebing Lingga, Hotel Jaas Permai, dan Hotel Hayam Wuruk.

“Alhamdulillah untuk bulan ini, kami mendapat sertifikat kelayakan dari Satgas Covid-19 Kabupaten. Semoga ini akan mendorong para pengelola untuk lebih mengedepankan protokol kesehatan,” kata Sunyoto.

Ia mengatakan, ada tantangan tersendiri dalam mengelola tempat wisata di tengah pagebluk ini.

Maka untuk memastikan kegiatan pariwisata berjalan aman, Disparbud Trenggalek telah menerapkan beberapa strategi.

Pertama, hanya membuka tempat wisata yang siap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat.

Hingga hari ini, hanya ada 14 tempat wisata yang dibuka dari puluhan yang ada. Sunyoto mengatakan, keputusan membuka tempat wisata itu juga berdasarkan rekomendasi dari tim Satgas desa dan kecamatan.

Kedua, membatasi jumlah pengunjung pada satu tempat wisata. Jumlah pengunjung yang boleh masuk hanya 50 persen dari kapasitas yang ada.

“Misalnya, Pantai Prigi yang kapasitasnya 3 ribu wisatawan akan dibatasi hanya 1.500. Contoh lain, Pantai Karanggongso Pasir Putih yang kapasitasnya 2 ribu, kami tetap batasi hanya seribu saja,” sambung Sunyoto.

Dengan aturan itu, petugas jaga pantai akan meminta para pengunjung yang terlanjur datang saat kapasitas penuh untuk beralih ke pantai lain.

Menurut Sunyoto, diterimanya sertifikat kelayakan bukan berarti petugas pengelola wisata bisa lebih bersantai. Masih ada tantangan-tantangan untuk meminimalisir penularan Covid-19.

Agar penerapan protokol kesehatan tak kendor, dinas pun mendorong pengetatan-pengetatan untuk ke depannya.

“Kami sudah membuat surat, semacam surat imbauan kepada seluruh pengelola destinasi wisata di lingkup Kabupaten Trenggalek untuk memperketat protokol kesehatan,” pungkasnya. (aflahul abidin)

Baca juga: 4 Rekomendasi Tempat Makan Siang yang Asyik Saat Surabaya Mendung

Baca juga: Pasca Pandemi, Wisata Alam Bakal Jadi Primadona

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved