Promosikan Sastra Jepang, Basecamp17 Kafe Layani Konsumen Dengan Konsep Maid Ala Jepang

Basecamp17 kafe yang dikelola Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya menyajikan layanan konsumen dengan konsep pelayan atau maid ala Jepang

Editor: eben haezer
surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
Pelayan dengan pakaian maid ala Jepang menemani pengunjung Basecamp17, kafe yang dikelola Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya, Minggu (6/12). Konsep yang dinamakan Claire Maid Cafe ini menggandeng Fakultas Sastra Jepang Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya. Konsep kafe ala Jepang ini dilakukan untuk mengenalkan Fakultas Sastra Jepang di masyarakat. 

SURYATRAVEL, SURABAYA - Basecamp17 kafe yang dikelola Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya menyajikan layanan konsumen dengan konsep pelayan atau maid ala Jepang.

Konsep yang dinamakan Claire Maid Cafe ini menggandeng Fakultas Sastra Jepang Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya selama tiga hari mulai 4 Juni hingga 6 Juni 2020. 

Penanggung jawab acara, Hans Rudolf Gustav Kandou mengungkapkan konsep kafe ala Jepang ini dilakukan untuk mengenalkan Fakultas Sastra Jepang di masyarakat.

"Stigma fakultas sastra lulus jadi translator, nah event ini mengenalkan salah satu alternatif lulusan sastra jepang sebagai wirausaha," ungkap mahasiswa Sastra Jepang Untag Surabaya ini.

Dalam pelayanannya, para pelayan kafe memakai pakaian maid khas karakter anime Jepang.

Selain itu, menu yang ditawarkan juga merupakan variasi makanan Jepang.

"Para Maid ini akan melayani konsumen mulai dari pemesanan dan pengantaran makanan. Saat makanan diantar mereka juga akan menunjukkan Chant, semacam mantra dengan gaya imut mereka,"lanjutnya.

Tak hanya itu, para Maid juga bisa menemani pelanggn berbincng dan karaoke terbuka dengan beragam lagu di kafe.

"Kami menawarkan kerjasama untuk mengoptimalkan servis Basecamp17 untuk meningkatkan pengunjungnya selama pandemi ini,"urai Hans. 

Dengan persiapan selama sebulan untuk menyusun konsep dan mencari tim yang terlibat dalam Claire Maid Cafe ini, Hans mengaku sudah memiliki 12 orng mahasiswa Sastra Jepang Untag Surabaya dalam timnya.

"Baju maid kami sediakan, jadi yang bertugas menjadi maid tinggal berdandan dan standby di kafe dari pukul 13.00 sampai pukul 19.00,"ujarnya.

Hans berharap, dengan mengusung konsep kafe ala Jepang selam beberapa hari dapat mengenalkan masyarakat akan eksistensi budaya Jepang. Serta mengenalkan berbagai kegiatan yang dilakukan pecinta budaya Jepang.

"Kami juga menggandeng komunitas untuk meramaikan acara. Konsep maid kafe ini jiga dilakukan mahasiswa sastra Jepang yang berdomisili di Malang dengn kerjasama kafe di sana,"pungkasnya 

Lia Rahma,management Basecamp17 mengungkapkan secara berkala kafe yang dikelolanya memberikn wadah bagi komunitas mahasiswa Untag ataupun Umum.

Hal ini sebagai upaya mengenalkan kembali Basecamp17 di masa pandemi.

"Kami mulai menjangkau konsumen melalui event-event ini. Karena Basecamp17 dibuka sebulan sebelum pandemi, jadi butuh upaya ekstra untuk mengenalkan lagi pada masyarakat,"pungkasnya.(Sulvi Sofiana)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved