Tingkat bahaya Gunung Piramid Bondowo Setara Dengan Carstensz Pyramid di Papua

Berdasarkan survey, tingkat bahaya Gunung Piramid Bondowoso nyaris serupa dengan Carstensz Pyramid di Papua

ist
Jalur punggung naga gunung Piramid di Bondowoso. 

SURYATRAVEL, BONDOWOSO - Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Bondowoso membentuk tim survei dan pemetaan Gunung Piramid di Kecamatan Curahdami, Bondowoso.

Itu dilakukan untuk meminimalisir adanya korban jiwa. Selama 2019-2020, dua pendaki, yakni Thoriq Rizki Maulidan dan Arik Multazam meninggal dunia usai terjatuh dari Punggung Naga, akses menuju puncak Gunung Piramid.

Pihak Perhutani Bondowoso sebagai pemangku kebijakan pun akhirnya menutup sementara aktivitas pendakian Gunung Piramid.

Tim survey terdiri dari anggota Wanadri dan Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI).

Survei dengan metode pengamatan langsung ini dilakukan pada 24-28 November 2020.

Hasil dari survei tersebut, tingkat bahaya Gunung Piramid Bondowoso nyaris serupa dengan Carstensz Pyramid di Papua meski dua gunung tersebut punya ketinggian berbeda.

"Memang, Gunung Piramid lebih rendah dari Carstensz. Tetapi tingkat bahayanya setara," kata salah satu tim Survei, Chuk S W, Kamis (10/12).

Lebih lanjut Chuk menjelaskan, tingkat kesulitan yang dimiliki Gunung Piramid Bondowoso adalah tingkat kemiringan akses menunju puncak sekitar 70 derajat.

Tanah pada punggung naga terbilang gembur. Tak hanya itu, jalan punggung naga hanya setapak, kiri-kanannya jurang sedalam 200 meter.

"Tak ada pohon di tebing. Hanya rumput liar yang mudah tercabut. Jadi logikanya, apabila ada pendaki yang tergelincir pada punggung naga bakal langsung meluncur ke jurang," terangnya.

Ia menyatakan, memang sudah seharusnya para pendaki menggunakan peralatan standar untuk pendakian terbing terjal di Gunung Piramid. Jika tidak, nyawa bisa jadi taruhannya.

"Tingkat keselamatan hanya 20 persen bila tak menggunakan peralatan keamanan ketika mendaki Gunung Piramid. Puncak piramid memang indah. Akan tetapi jika tidak safety bisa mengancam nyawa," terangnya.

Kabid Pariwisata Disparpora Bondowoso, Arif Setyo Raharjo mengatakan, bahwa pihaknya akan melakukan kordinasi dengan Perhutani, BKSDA dan pemangku walilayah di Kecamatan Curahdami.

"Kami akan sampaikan hasil survei dan pemetaan serta gelar Forum Group Discussion (FGD) dengan sejumlah pihak. Secepatnya melakukan kesepakatan kerja sama. Jadi dibuka dengan catatan khusus sesuai hasil survei," pungkasnya. (danendra kusumawardana)

Ikuti kami di
Editor: eben haezer
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved