Mencegah Penularan Covid-19, Pemkab Tulungagung Akan Menutup Destinasi Wisata

Pemkab Tulungagung melalui Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 akan menutup semua destinasi wisata mulai 19 Desember 2020.

surabaya.tribunnews.com/david yohanes
 Nelayan jaring tarik, salah satu pesona wisata di Pantai Bayem Tulungagung. 

SURYATRAVEL, TULUNGAGUNG - Pemkab Tulungagung melalui Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 akan menutup semua destinasi wisata.

Rencana penutupan ini akan diefektifkan pada 19 Desember 2020 mendatang. 

Kebijakan ini untuk mencegah penularan yang bersumber dari destinasi wisata.

"Kebijakan ini sudah didapat dan tinggal melaksanakan," terang Wakil Juru Bicara Satgas, Galih Nusantoro, Selasa (15/12/2020).

Galih mengungkapkan, destinasi wisata yang ditutup terutama kawasan pantai di selatan Tulungagung.

Kemudian destinasi wisata desa, seperti Nangkula Park, Jegong Park, Punokawan Park dan lain-lain.

Sebelumnya ada seorang penjaga pintu masuk di salah satu destinasi wisata diketahui meninggal dunia karena Covid-19.

"Kami mengabaikan pertimbangan lain, seperti jadwal agen perjalanan dan lain-lain," tegas Galih.

Lebih jauh Galih mengungkapkan, saat ini peta transmisi cenderung ke arah selatan.

Hasil pelacakan membuktikan memang ada penularan di tempat wisata.

Karena itu intervensi destinasi wisata harus dilakukan untuk mencegah transmisi lebih luas.

Berdasar pemaparan di tingkat provinsi maupun pusat, ada kecenderungan ledakan pasien setelah libur panjang.

Jeda kenaikan ini antara 10-14 hari dari puncak liburan.

Kondisi ini menunjukkan memang terjadi penularan massif selama masa liburan.

"Rentang 10-14 hari ini adalah masa inkubasi virus. Ini menguatkan adanya transmisi selama liburan," pungkas Galih. (David Yohanes)

Ikuti kami di
Editor: eben haezer
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved