Tidak Semua yang Bepergian ke Bali Harus Tes Swab PCR, ini Golongan yang Dikecualikan

terjadi penyesuaian SE Gubernur Bali Nomor 2021 Tahun 2020. Disebutkan di situ, tidak semua pengunjung harus menunjukkan bukti tes swab.

Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: eben haezer
suryatravel/istimewa
layanan rapid test di bandara Juanda. 

SURYATRAVEL - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mewajibkan wisatawan yang datang dengan pesawat untuk menunjukkan surat bukti negatif Covid-19 lewat tes swab berbasis PCR.

Namun terbaru, terjadi penyesuaian Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 2021 Tahun 2020. Disebutkan di situ, tidak semua golongan yang masuk ke Bali lewat jalur udara diwajibkan melakukan tes swab PCR.

Golongan yang diizinkan untuk tidak menunjukkan surat bukit negatif uji swab berbasis PCR dan/atau tes rapid antigen saat masuk ke Bali, di antaranya Anak usia hingga 12 tahun, Kru pesawat, penumpang transit Penumpang, Penumpang Pesawat divert atau pendaratan darurat, ASN serta TNI dan Polri yang mendapat tugas mendadak, serta penumpang dari daerah yang tidak ada fasilitas swab PCR

Dalam SE Gubernur Bali sebelumnya, tidak terdapat pengecualian seperti di atas. Perubahan aturan ini, menurut Sekretaris Satuan Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Bali I Made Rentin, dilakukan untuk mempermudah pesyaratan masuk Bali, sehingga dilakukan pelonggaran.

Dalam daftar pengecualian tersebut, tertera anak-anak di bawah usia 12 tahun yang diizinkan tidak melakukan swab tes PCR dan/atau rapid test antigen ketika masuk ke Bali.

Salah satu alasan termasuknya golong anak-anak di bawah usia 12 tahun tersebut, kata Rentin, adalah mencegah anak-anak merasa trauma dan takut berlebihan karena harus melakukan swab tes PCR dan/atau rapid test antigen tersebut.

Selain kategori anak-anak, terdapat pula kategori penumpang dari daerah yang tidak ada fasilitas swab PCR. Para penumpang pesawat yang daerahnya belum memiliki fasilitas swab PCR, masih akan diterima di Bandara I Gusti Ngurah Rai.

“Dengan catatan bahwa ketika penumpang tersebut landing di bandara, penumpang tersebut wajib melakukan rapid test di bandara,” kata Kepala Humas Bandara I Gusti Ngurah Rai Taufik Yudhistira dilansir dari Kompas.com.

Mulai Jumat (18/12/2020), Bandara I Gusti Ngurah Rai menyediakan pelayanan rapid test antigen di kawasan bandara. Lokasinya terletak di sebelah barat pintu keluar Terminal Domestik Kedatangan Bandara I Gusti Ngurah Rai. Harga untuk rapid test antigen di Bandara I Gusti Ngurah Rai adalah Rp 170.000.

Aturan terbaru masuk Bali Selain pengecualian tersebut, Pemprov Bali juga mengubah sejumlah aturan yang tertera pada SE Gubernur tersebut.

Beberapa perubahan tersebut di antaranya adalah masa berlaku aturan baru yang diundur sehari menjadi Sabtu (19/12/2020) hingga Senin (4/1/2021). Sebelumnya, aturan swab test dan/atau rapid test antigen tersebut seharusnya berlaku mulai Jumat (18/12/2020).

Selain itu, ada pula pelonggaran batas maksimal swab test PCR dan rapid test antigen yang bisa digunakan. Sebelumnya, batas maksimal surat keterangan swab test PCR dan rapid test antigen yang bisa digunakan harus diambil maksimal H-2 sebelum keberangkatan.

Kini, batas maksimalnya dilonggarkan menjadi maksimal H-7 sebelum keberangkatan. Pelonggaran ini, menurut Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, diputuskan setelah rapat bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved