Sejarah Masjid Qowiyuddin di Jagir Wonokromo Surabaya yang Didirikan Keturunan Sunan Gunung Jati

Di Jagir Wonokromo berdiri masjid Qowiyuddin yang usianya sudah ratusan tahun. Masjid ini dibangun oleh keturunan Sunan Gunung Jati. Ini sejarahnya

Editor: eben haezer
surabaya.tribunnews.com/christine ayu
Para takmir Masjid Qowiyuddin tengah mengecek masjid yang berada di kawasan Jagir Wonokromo RT 3 RW 6 Surabaya. Masjid ini telah berusia ratusan tahun dan dibangun oleh keturunan ke tujuh Sunan Gunung Jati. SURYA/ CHRISTINE AYU 

SURYATRAVEL, SURABAYA - Masjid Qowiyuddin berdiri tegak di kawasan kampung Jagir Wonokromo Surabaya. 

Sekilas masjid itu tidak jauh berbeda dengan yang lain. Namun jika dilihat lebih seksama, interior masjid terlihat klasik dengan ornamen khas jaman dulu. 

Ternyata masjid yang berlokasi tepat di RT 3 RW 6 Kelurahan Jagir Kecamatan Wonokromo ini merupakan masjid bersejarah berusia ratusan tahun.

"Ini merupakan masjid yang didirikan oleh Mbah Qowiyuddin, beliau merupakan keturunan ketujuh dari Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati," ungkap takmir masjid Imam Jazuli, Senin (21/12/2020).

Masjid ini berdiri pada 1786, sebelumnya berada kawasan sungai Jagir yang sekarang menjadi kantor PDAM Surya Sembada Kota Surabaya.

Takmir masjid dan warga sengaja tetap melestarikan bentuk asli masjid. Ubin yang terpasang masih asli yakni berwarna kuning jadul.

Menara atas masjid juga tidak berubah. Dulu, ruangan itu banyak digunakan untuk berdzikir. Bahkan pada masa lampau masjid ini popular sebagai padepokan kanuragan.

Begitu juga kayu-kayu yang digunakan sebagai pilar, masih sama sejak masjid ini pertama kali dibangun.

"Kayu yang menjadi pondasi masih asli, tidak kami ubah. Dulu, kayu-kayu ini dibawa langsung dari Cirebon dengan cara dihanyutkan melalui Laut Jawa sampai Kalimas," terangnya.

Pada langit-langit ada beberapa tempat gantungan yang dulu digunakan sebagai penerangan.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved