Ini Kebijakan Terbaru Satgas Covid-19 Banyuwangi Terkait Libur Tahun Baru

Guna menekan penularan virus corona (Covid-19), Satgas Covid-19 Banyuwangi mengeluarkan sejumlah kebijakan selama masa libur tahun baru 2021

Editor: eben haezer
surabaya.tribunnews.com/haorrahman
Rakot satgas Covid-19 Kabupaten Banyuwangi membahas berbagai kebijakan pembatasan selama libur tahun baru. 

“Banyuwangi jadi salah satu tujuan wisata di Jatim. Libur akhir tahun ini kunjungan wisatawan berpotensi meningkat, yang akan berpotensi menjadi kluster penularan virus. Maka satgas sepakat untuk mengambil langkah lebih tegas,” ujar Dandim.

Satgas juga akan melaksanakan kegiatan patroli dan melaksanakan himbauan kepada masyarakat. "Kalau masih masih ngeyel melanggar aturan dan protokol kesehatan, dapat dikenakan sanksi dari mulai teguran lisan hingga denda," jelasnya.

"Apa yang dilakukan di Banyuwangi ini sebenarnya juga banyak dilakukan oleh daerah lain di Indonesia. Ini murni karena kita ingin mengamankan warga Banyuwangi," imbuh Dandim.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Mujiono mengatakan, apa yang dilakukan Satgas Banyuwangi ini berdasarkan sejumlah rekomendasi dan data mutakhir peningkatan kasus covid-19. Setiap hari, di Banyuwangi ada penambahan kasus covid-19 berkisar 30 - 70 orang.

"Ini perlu menjadi perhatian kita semua. Memang per minggu ini Banyuwangi sudah keluar dari zona merah menjadi zona orange. Namun, hal ini bukan berarti kami lebih kendor, justru harus semakin patuh pada protokol kesehatan, agar tidak kembali ke zona berbahaya,” kata Mujiono.

Mujiono menjelaskan bahwa dalam SE sejumlah poin yang diatur akan diberlakukan dari 31 Desember - 3 Januari 2021, termasuk penutupan tempat wisata dan pusat perbelanjaan/mal. "Termasuk meniadakan aktivitas di semua ruang terbuka hijau (RTH) di semua kecamatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan," pungkasnya. (Haorrahman)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved