Dulu Penuh Sampah, Pantai Tlangoh Bangkalan Disulap Jadi Destinasi Eksotik Wisata Keluarga

Pantai Tlangoh di ujung utara Kabupaten Bangkalan kini menjelma sebagai destinasi wisata keluarga dan pendongkrak ekonomi warga setempat.

Editor: eben haezer
surabaya.tribunnews.com/ahmad faisol
Pantai Tlangoh di Bangkalan yang dulu kotor dan kumuh 

SURYATRAVEL, BANGKALAN - Kesan kumuh dan kotor telah hilang dari Pantai Tlangoh, Desa Tlangoh, Kecamatan Tanjung Bumi, kabupaten Bangkalan. 

Pesisir di ujung utara Kabupaten Bangkalan itu kini menjelma sebagai destinasi wisata keluarga dan pendongkrak ekonomi warga setempat.

Deru ombak dari laut lepas yang membentang sepanjang Pantai Tlangoh kini tidak lagi menjadi suara tunggal.

Teriakan kegembiraan dari ratusan anak dan senda gurau  sanak keluarga di bibir pantai menciptakan simphoni indah nan merdu, menyatu dengan deru ombak.

Mereka berlari, berendam, berenang, hingga mengendarai motor pantai menikmati keindahan pasir putih yang membentang sepanjang sekitar 2 Km.

Pantai Tlangoh juga banyak memiliki spot foto menarik, puluhan payung peneduh, hingga 30 warung dengan ragam kuliner.

“Konsepnya memang wisata keluarga, bahkan keluarga besar. Anak-anak bebas bermain, orang tua mengawasi dan menikmati,” ungkap Kepala Desa Tlangoh, Kudrotul Hidayat, Selasa (5/1/2021).

Ia menjelaskan, Pantai Tlangoh sebenarnya sudah terkenal sejak lama karena airnya diyakini warga Bangkalan berkhasiat menyembuhkan segala penyakit.

Mereka yang ingin sembuh dari sakit gatal-gatal hingga stroke, lanjut Kudrotul, biasanya berendam sejak pagi buta hingga matahari bersinar.

“Mereka baru boleh mandi air tawar setelah air hasil berendam menguap tuntas atau bersih,” jelasnya.

Namun, kepopuleran Pantai Tlangoh belum mampu mendongkrak perekenomian warga.

"Dulu pantai ini dipenuhi sampah, sangat kotor," ujar Kudrotul.

Karena itulah, Kudrotul bersama para pemuda Desa Tlangoh mulai berpikir keras untuk merubah pantai yang kumuh menjadi destinasi wisata keluarga andalan.

"Di awal tahun 2020, kami  mendiskusikan dengan teman-teman PHE WMO. Ternyata mendapat sambutan bahkan dukungan serta bimbingan,” kata Kudrotul.

Kini, gelombang wisatawan di hari libur berdatangan sejak pukul 06.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.

Denyut ekonomi pun tumbuh bersama denyut kreativitas, kolaborasi, dan optimisme warga.

Sedikitnya 100 warga dan para pemuda Desa Tlangoh kini  tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Mereka berperan aktif sebagai pelaku ekonomi sekaligus penjaga pantai. Mulai petugas kebersihan, penjaga parkir, penjaga pintu masuk, penjual tiket, penjaga toilet, penjaga warung hingga pemilik warung.

Kudrotul memaparkan, penjaga pantai bertugas bukan hanya mengawasi keamanan namun juga menolong jika ada insiden di pantai ataupun memastikan tidak ada yang berbuat tidak  senonoh di Pantai Tlangoh.

“Boleh saja datang bawa pacar. Tapi jangan macam-macam. Kami punya petugas penjaga pantai yang mengawasi perilaku pengunjung,” tegasnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved