Cita rasa khas Kopi Java Ijen Raung Bondowoso Mendunia

Java Ijen Raung ditanam di hamparan tanah subur yang terletak di antara gunung aktif Ijen dan Raung. Itu yang membuat cita rasanya berbeda

Editor: eben haezer
surabaya.tribunnews.com/danendra kusumawardana
Suyitno (64) tengah menjemur biji kopi di halaman rumahnya, Jalan Kawah Ijen, Sukosari, Bondowoso, Kamis (7/1) 

SURYATRAVEL, BONDOWOSO - Kabupaten Bondowoso di Jawa Timur memang dikenal sebagai surganya kopi.

Salah satu jenis kopi yang jadi unggulan di Bondowoso adalah produk Java Ijen Raung.

Kopi tersebut punya cita rasa khas asam dan manis yang muncul secara alami ketika diseduh.

Popularitas kopi varietas arabika itu tak terlepas dari kepiawaian dan kegigihan para petani, salah satunya Suyitno (64) warga Jalan Kawah Ijen, Sukosari, Bondowoso.

Suyitno sudah menjadi petani kopi sedari tahun 1986. Mulanya, ia menanam kopi jenis robusta di lahan milik Perhutani tepatnya di Blok Se Topeng lereng Ijen-Raung dengan ketinggian 1400 mdpl.

"Saya mencoba menanam kopi robusta di lahan milik Perhutani seluas 2 hektare," katanya, Kamis (7/1).

Pensiunan polisi ini memang punya bakat bertani sejak kecil. Sehingga, ia berhasil memanen kopi robusta saat pertama kali menanam. Kopi robusta tersebut pun kemudian dijual oleh Suyitno.

"Kopi robusta hasil tanam saya lumayan laris terjual. Sehingga saya menambah luas area pertanian kopi di lahan Perhutani menjadi 6 hektare," terangnya.

Karena berbuah manis, Suyitno melanjutkan menanam sekaligus memproduksi kopi robusta hingga puluhan tahun.

Namun, seiring berjalannya waktu, kopi arabika mulai masuk dan dikenal di kalangan petani Sukosari.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved