Pemkab Nganjuk Libatkan Influencer Untuk Promosi Wisata

Pemkab Nganjuk bakal menggandeng Influencer Admin Media Sosial yang ada di Kabupaten Nganjuk untuk promosi wisata Nganjuk. 

surabaya.tribunnews.com/ahmad amru muiz
Taman Nyawiji di Kota Nganjuk sebagai salah satu obyek wisata yang bakal dikenalkan oleh influencer partner Pemkab Nganjuk 

SURYATRAVEL, NGANJUK - Pemkab Nganjuk bakal menggandeng Influencer Admin Media Sosial yang ada di Kabupaten Nganjuk untuk promosi wisata Nganjuk. 

Sekretaris Dinas Disporabud Kabupaten Nganjuk, Itsna Shofiani mengatakan, strategi menggandeng influencer tersebut dikarenakan mereka memiliki daya pengaruh terhadap publik. Diharapkan, publik akan lebih mengenal wisata Nganjuk dan berminat untuk berkunjung ke obyek wisata di Kabupaten Nganjuk.

"Dengan peningkatan kunjungan wisata, diyakini akan dapat mendongkrak ekonomi masyarakat dan pendapatan daerah nantinya," kata Itsna Shofiani, Jumat (22/1/2021)

Dijelaskan Itsna, inluencer juga dipastikan bakal tertarik bekerja sama dengan Disporabud mengingat di Kabupaten Nganjuk memiliki spot-spot yang unik dan instagramable. Termasuk, kekayaan seni, budaya, dan kehidupan masyarakat Nganjuk yang eksotis.

“Misalnya tentang ekspedisi Selingkar Wilis, bisa menjadi potensi wisata alam, instagramable. Dan juga kekayaan budaya Nganjuk pasti akan menarik untuk dikisahkan," ucap Itsna.

Selain wisata alam, ungkap Itsna, di Kabupaten Nganjuk juga ada wisata pelestarian sejarah yang menjadi fokus sosialisasi Disparporabud untuk dieksplor kedepannya.

Memang, diakui Itsna Shofiani, adanya Pandemi covid-19 hingga saat ini disikapi Disporabud dengan melakukan penutupan obyek wisata yang dikelola Pemerintah Kabupaten Nganjuk direncanakan sampai dengan tanggal 31 Januari 2021.

Ada empat obyek wisata yang ditutup saat ini, yakni Taman Rekreasi Anjuk Ladang, Air Merambat Roro Kuning, Goa Margo Tresno, dan Air Terjun Sedudo.

Hanya saja, tambah Itsna, pihaknya belum bisa memastikan penutupan obyek wisata tersebut akan diperpanjang atau tidak, karena masih harus menunggu kebijakan dari Pemerintah Kabupaten Nganjuk. Meski demikian untuk perawatan tempat obyek wisata masih terus dilakukan meski ditutup.

"Semuanya tentu tidak ingin ada klaster covid-19 yang baru disektor Wisata, terlebih dengan jumlah kasus Covid-19 di Nganjuk saat ini yang terus meningkat dan Nganjuk masuk Zona Merah covid-19," tutur Itsna. (Achmad Amru Muiz)

Ikuti kami di
Editor: eben haezer
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved