Nasi Goreng Ambyar Zest Hotel Jemursari Surabaya: Pedasnya Menggigit, Disajikan Dalam Porsi Jumbo

Zest Hotel Jemursari, Surabaya, menawarkan hidangan nasi goreng ekstra pedas dan porsi jumbo yang dinamai Nasi Goreng Ambyar

Editor: eben haezer
surabaya.tribunnews.com/christine ayu
Pengunjung menikmati sajian nasi goreng ambyar di Zest Hotel Jemursari Surabaya. SURYA/ CHRISTINE AYU 

SURYATRAVEL, SURABAYA - Nasi goreng adalah makanan favorit sebagian besar masyarakat Indonesia, termasuk Surabaya.

Selain memiliki cita rasa yang gurih dan lezat, nasi goreng juga mengenyangkan perut. Apalagi jika dipadukan dengan aneka lauk.

Di Zest Hotel Jemursari Surabaya, nasi goreng disajikan dalam porsi jumbo hingga harus dihidangkan di atas tampah.

"Kami beri nama nasi goreng ambyar. Nama ini kami rasa cocok karena masakannya cenderung pedas," ungkap Head Chef Zest Hotel Jemursari Surabaya, Ari Subekti.

Nasi goreng ini menggambarkan masyarakat Surabaya yang doyan rasa pedas. 

Saat disantap, lidah langsung disuguhkan rasa yang mirip dengan sambal tradisional. Ditambah dengan rasa gurih dari campuran bahan-bahan yang lain.

"Bumbunya sendiri pada dasarnya dari pembuatan sambal terasi. Tapi saya campur ebi agar gurihnya lebih menonjol," ungkap Chef Ari.

Resep ini terinspirasi dari resep orang terdahulu. Selain Ebi, Ari juga menambahkan beragam campuran seperti saos tiram dan minyak ikan. Ditambah potongan lauk pada topping.

Kesan tradisional semakin kuat dengan wadah tampah. Satu porsi nasi goreng ambyar, dapat dinikmati empat sampai lima orang.

Untuk membuat satu porsi, setidaknya membutuhkan beras sebanyak 1,5 sampai 1,7 kilogram. Berbeda jauh dengan nasi goreng pada umumnya yang hanya membutuhkan 100 gram.

"Kami memang sengaja menyajikannya menggunakan tampah untuk menambah porsi dan memberikan kesan tradisional. Kalau pakai piring kan udah mainstream," pungkasnya.

Salah satu pengunjung, Ginanjar mengatakan nasi goreng ambyar tidak jauh berbeda dengan nasi goreng pada umumnya.

"Hanya saya memang punya rasa pedas yang khas. Pedasnya terasa banget, apalagi ditambah ebi jadi semakin enak dan gurih," ungkapnya.

Menurut Ginanjar, nasi goreng tidak akan pernah kehabisan pasar. Pasalnya, sajian ini cocok dinikmati dalam berbagai acara dan disuka semua kalangan.

"Inovasi semacam ini akan menambah variasi nasi goreng dan memperkaya kuliner di Kota Surabaya," pungkasnya.(christine ayu)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved