Sambut Imlek 2021, Ottimmo Internasional Sajikan Lion’s Head Meatball dan Buddha’s Delight

Sambut Imlek, Ottimmo Internasional berkolaborasi dengan sekolah Great Cristal mendemokan menu masakan Lion’s Head Meatball dan Buddha’s Delight.

Editor: eben haezer
surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
Chef Arya Putra dari Ottimo International mendemokan sajian Imlek, Lion’s Head Meatball dan Buddha’s Delight dalam IG live, Selasa (2/2). 

SURYATRAVEL, SURABAYA - Tahun baru Imlek selalu diwarnai dengan santap bersama. 

Siu Mie, Jiaozi, dan Yu Seng menjadi menu pilihan yang paling sering dipilih.

Namun berbeda dengan menu-menu biasanya, dalam momen Imlek 2021, Ottimmo Internasional berkolaborasi dengan sekolah Great Cristal mendemokan menu masakan Lion’s Head Meatball dan Buddha’s Delight.

Dengan dipandu Culinary Art Instructor, Chef Arya Putra, Demo yang di lakukan di Classroom Kitchen Culinary Ottimmo Internasional, Jl. Telaga Golf Blok TC-4, Lidah Kulon Kota Surabaya, Selasa (2/2/2021) disiarkan langsung melalui media sosial Instagram.

"Hidangan yang akan kami sajikan ini adalah hidangan yang unik, lezat dan menyehatkan," kata Chef Arya.

Tidak hanya mendemokan masakan tersebut, chef Arya Putra juga menjelakan arti dari menu makanan tersebut.

"Lion’s Head Meatball, bakso kepala ikan (shīzitóu) adalah bakso yang berukuran sedang dengan yang di sajikan dengan sayuran. Nama Lion’s Head ambil dari bentuknya yang menyerupai kepala singa penjaga Tiongkok atau anjing Foo," terangnya.

Chef Arya menambahkan, Lion’s Head merupakan hidangan klasik dalam masakan Huaiyang, satu dari  empat masakan utama di Tiongkok, yang mewakili tradisi kuliner Tiongkok Timur terutama provinsi Jiangsu.

"Hidangan ini dapat di santap kapan saja, namun dapat juga di jadikan hidangan hari raya," ungkapnya.

Sementara menu kedua, Buddha’s Delight (Luóhàn zhāi), seperti namanya, adalah hidangan tradisional yang dinikmati oleh biksu atau umat Buddha, tetapi seiring dengan berjalannya waktu, masakan ini semakin popular dan menjadi hidangan umum yang tersedia di restoran cina.

"Pada jaman dahulu, hidangan ini di sajikan oleh setiap keluarga Tionghoa untuk merayakan Tahun Baru Imlek dengan mengikut ajaran sang Buddha bahwa seseorang harus mempertahankan pola makan vegetarian dalam lima hari pertama tahun baru sebagai bentuk dari pemurnian diri," ungkapnya.

Hidangan tersebut terdiri dari berbagai sayuran dan bahan-bahan vegetarian lainnya (terkadang dengan tambahan seafood atau telur) yang dimasak dengan cairan berbahan dasar kecap dengan bumbu lain hingga empuk. 

"Bahan khusus yang digunakan sangat bervariasi baik di dalam maupun di luar Asia," pungkasnya. (m zainal arif)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved