Cerita Traveler

Dataran Tinggi Dieng, Tanah Para Dewa

Bagi Fifin Maidarina, Dieng menjadi tempat destinasi yang sangat berkesan. Inilah kisahnya saat berkunjung ke sana September 2020 lalu

ist
Fifin dan rekannya saat berkunjung ke Dieng 

Mengunjungi Arjuna

Karena tinggal setengah hari, yang dikunjungi yang dekat-dekat saja, seperti kompleks Candi Dieng. Di dalamnya, terdapat beberapa candi, seperti Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa. Kelompok Candi Arjuna merupakan kelompok candi yang memiliki bentuk paling utuh.

Kompleks Candi Arjuna ditemukan oleh tentara Inggris bernama Van Kinsbergen pada 1814. Komplek Candi Arjuna terendam dalam rawa-rawa dan membutuhkan waktu lebih dari 40 tahun untuk mengeringkannya. Kompleks Candi Arjuna merupakan candi Hindu tertua di Pulau Jawa yang diperkirakan dibangun pada 809 M. Itu tercatat dalam salah satu prasasti dalam aksara Jawa Kuno yang saat ini tersimpan di Galeri Museum Nasional Jakarta.

Puas foto-foto dan berkeliling, lanjut lagi ke Kawah Sikidang. Dari gerbang masuk, akan dibawa ke lorong penjaja makanan dan suvenir, namun tidak semuanya sedang buka, karena pandemi. Pengunjung terbatas. Di sisi lain, pemandangan adalah perbukitan kapur yang serba putih, namun beberapa titik yang jauh dari pusat kawah, masih tampak pucuk-pucuk hijau.

Area kawah dibatasi pagar, namun pengunjung masih bisa menyaksikan air bergejolak mendidih dengan asap mengepul tiada henti. Angin membawa asap berganti arah sesuka hati, sehingga kadang kawahnya tertutup penuh, kadang terbuka merekah.
Dari pusat kawah itu, pengunjung bisa berfoto-foto di sekitarnya. Latar belakangnya perbukitan kapur putih dengan ranting kering alami yang artistik. Jika mau berjalan ke puncak bukit, pengunjung bisa santai menikmati dari atas dengan lebih jelas.

Sebelum gelap, turun kembali ke tempat parkir. Langsung minta antar Abah ke tempat yang bisa menikmati sunset. Akhirnya, dibawa ke dataran yang lebih tinggi di Sigemplong.

Dari jalan utama, kiri kanan adalah pemandangan serba hijau cantik. Meski matahari tertutup kabut awan sehingga sunset tidak sebulat dalam bayangan, namun pemandangan sekeliling sudah istimewa.

Menunggu dalam Gelap

Karena tidak ada target, hari kedua meluncur ke Batu Pandang Ratapan Angin. Dulu tempat itu merupakan gundukan batu tinggi untuk melihat Telaga Pengilon dan Telaga Warna.

Namun, tempat itu sudah disulap dengan jalur tanjakan yang menarik. Tidak langsung menuju batu pandang, tetapi pengunjung dibawa menyusuri jalur cantik di antara tebing, dengan deretan ladang hijau, benar-benar cantik seperti di negeri dongeng. Gazebo utama menjadi tempat mengambil gambar dengan pemandangan depan adalah batu pandang seperti gambaran masa lalu itu.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: eben haezer
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved