Pengelola Hotel di Surabaya Kini Wajib Lapor ke Satgas Covid Bila Tamu Menginap Lebih Dari 3 Hari

Untuk mencegah agar tak ada tamu yang diam-diam isolasi mandiri di Hotel, pengelola hotel wajib lapor ke Satgas bila tamu menginap lebih dari 3 hari

surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
Ilustrasi - Petugas melakukan pembersihan kamar hotel 

SURYATRAVEL, SURABAYA - Ketentuan tegas agar tak ada pasien Covid-19 yang isolasi diam-diam di hotel atau apartemen, mulai dirumuskan di Surabaya. 

Surat edaran dikeluarkan khusus oleh Pemkot, diantaranya pengelola  hotel wajib melaporkan data tamu yang menginap lebih dari tiga hari. 

Wakil Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Irvan Widyanto mengatakan hal itu sengaja dilakukan sebab Pemkot mengambil langkah antisipasi agar tak ada pasien yang isolasi sembunyi-sembunyi di hotel maupun apartemen. 

"Guna memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid-19," kata Irvan, Minggu (14/2/2021). 

Edaran khusus itu mengatur secara rinci. Yaitu, pengelola hotel atau apartemen wajib melaporkan pada Pemkot jika ada tamu atau pengunjung yang tinggal lebih dari tiga hari. 

Laporan itu disampaikan pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya. 

Kemudian, juga wajib melapor pada Posko Satgas Penanganan Covid-19 Kota Surabaya atau Kantor Badan Penanggulangan Bencana dan Linmas Surabaya.

Menurut Irvan, Pemkot mengeluarkan surat tersebut untuk mengatur secara tegas terkait antisipasi isolasi mandiri di hotel atau apartemen. 

"Jangan sampai isoman kemudian menularkan ke waiters, OB dan lain-lain," terang Kepala BPB Linmas Surabaya itu. 

Beberapa waktu lalu, Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana mengaku mendapatkan laporan adanya fenomena tamu yang tidak jujur melakukan isolasi mandiri di hotel di Surabaya.

Hal itu dapat berpotensi terjadinya penularan. Pegawai hotel maupun pengunjung yang lain, bisa tertular jika tamu tak transparan. 

Bahkan, penularan bisa terus berlanjut apabila penyebaran itu tidak segera diputus. Sehingga, Satgas di 31 kecamatan juga diminta agar memonitor di wilayah masing-masing. 

Intens melakukan pengawasan hotel atau penginapan untuk memastikan kesehatan para pengunjung yang lebih dari tiga hari menginap.

"Ini kan bahaya kalau dia gak declare. Makanya harus kita putus rantainya," ungkap Whisnu. (Yusron Naufal Putra)

Ikuti kami di
Editor: eben haezer
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved