Kehilangan Pemasukan, Pokdarwis di Seluruh Tulungagung Berharap Relaksasi Dari Pemerintah

Kelompok-kelompok Sadar Wisata di Kabupaten Tulungagung berharap ada relaksasi dari pemerintah karena mereka semakin kehilangan pendapatan.

Editor: eben haezer
surabaya.tribunnews.com/david yohanes
Pantai Niyama Tulungagung sepi saat tahun baru 1 Januari 2021. 

SURYATRAVEL, TULUNGAGUNG - Pokdarwis seluruh Kabupaten Tulungagung berharap Pemkab lekas melakukan relaksasi operasional destinasi wisata.

Sebab seluruh lokasi wisata sudah tutup sejak 19 Desember 2020,  saat Tulungagung masuk zona merah.

Kini setelah masuk zona oranye, Pemkab Tulungagung mulai melakukan relaksasi, kecuali pendidikan dan aktivitas wisata.

"Sebenarnya sudah ada harapan, setelah seluruh Pokdarwis dikumpulkan Minggu kemarin," ujar Ketua Pokdarwis Tulungagung, Karsi Nero Sutamrin.

Menurut  Karsi, dalam pertemuan dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), seluruh Pokdarwis diminta mengajukan  tinjauan protokol kesehatan melalui Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kecamatan.

Kemudian mengajukan izin ke Satgas Kabupaten, sebelum dilakukan assesment oleh tim  dari Kabupaten.

Namun sampai saat ini belum ada yang mengajukan, karena masih menunggu formulir dari Disbudpar.

"Form pengajuan itu dibuatkan oleh Disbudpar.  Sampai saat ini formnya belum ada," sambung Karsi.

Karsi mengungkapkan, selama tidak beroperasi,  kondisi  Pokdarwis babak belur.

Bukan hanya karena  tidak ada  pemasukan, namun mereka juga terus mengeluarkan biaya operasional.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved