Pengantin Pegon, Tradisi Pernikahan Asli Surabaya yang Padukan 4 Budaya

Manten Pegon adalah sebuah tradisi pernikahan masyarakat Surabaya yang lahir dari akulturasi budaya Belanda, Jawa, Arab dan Tionghoa.

ist
Tradisi pengantin pegon. 

SURYATRAVEL, SURABAYA - Setiap daerah memiliki adat istiadat dalam hal apa saja, salah satunya adalah adat dalam resepsi pernikahan.

Di Surabaya juga demikian, memiliki adat atau ciri khas dalam pernikahan yakni Manten Pegon.

Manten Pegon adalah sebuah tradisi pernikahan masyarakat Surabaya yang lahir dari akulturasi budaya Belanda, Jawa, Arab dan Tionghoa.

Hal ini tampak pada tata cara maupun langgam pakaian yang dikenakan pasangan pengantin Pegon dengan motif rancak dan gemerlap.

Upacara Manten Pegon terdiri dari dua bagian, yakni upacara pranikah dan upacara nikahan.

Upacara pranikah dimulai dari njodokno/nelisik, ndelok/nontoni, nakokno/ngelamar, peningsetan, malam manggulan (midodareni), dan upacara langkahan.

Upacara nikahan terdiri dari ijab kabul dan temu pengantin.

Adapun rangkaian acara dimulai dari Lorek, Loro Pangkon, Adu Parikan, Adu Silat dan Panggih.

Dilansir dari Bangga Surabaya, beberapa komponen dari awal hingga akhir yang menjadi ciri khas dari Manten Pegon, yakni:

RONTEK:
Tiruan bunga Manggar yang dililiti kertas warna-warni, melambangkan keruwetan yang dialami dan keinginan untuk menjadi pengantin telah terlaksana (udarung roso).

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: eben haezer
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved