Tiga Ikon Anyar di Surabaya Dibuka Maret dan April

Pemerintah Kota Surabaya akan segera membuka tiga ikon baru pada Maret dan April tahun ini. Salah satunya jembatan Sawunggaling.

Editor: eben haezer
surabaya.tribunnews.com/sugiharto
Jembatan Joyoboyo alias Jembatan Sawunggaling bakal diresmikan bersama Museum Olahraga dan Alun-alun Surabaya pada Maret dan April tahun ini. 

SURYATRAVEL,  SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya akan segera membuka tiga ikon baru pada Maret dan April tahun ini. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan, tiga bangunan yang dibuka adalah Jembatan Joyoboyo, Museum Olahraga, dan Alun-Alun Surabaya.

Pertama, pembukaan Jembatan Joyoboyo. Menurut Eri, pembangunan telah tuntas. 

Pembukaan tinggal menunggu cairnya anggaran untuk pembayaran terakhir. "Berdasarkan laporan Kepala Dinas PU dan Bina Marga (Erna Purnawati), Jembatan Joyoboyo sudah siap diresmikan. Tapi kita harus bayar termin terakhir pada pemeliharaannya,” tutur Eri, Rabu (3/3/2021). 

Untuk itu, mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini sudah meminta Erna untuk segera mencairkan dana pada bulan ini. "Sehingga, bulan depan bisa diresmikan operasional Jembatan Joyoboyo,” ujar Eri.

Jembatan Joyoboyo atau juga yang diperkenalkan dengan nama Jembatan Sawunggaling ini melintang di atas sungai Surabaya dekat pintu air Wonokromo. Sesuai namanya, bangunan yang menghubungkan Frontage Jalan Ahmad Yani dengan Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) Kota Surabaya. 

Selain berfungsi sebagai jembatan, bangunan senilai Rp 39 miliar itu juga bisa menjadi obyek wisata baru di Kota Surabaya. Kekhasan bentuk hingga ornamen yang ada di jembatan ini bisa menjadi spot foto. 

Selain Jembatan Joyoboyo, Museum Olahraga dan Alun-alun Surabaya rencananya juga dibuka waktu dekat. Bahkan, Museum Olahraga siap dibuka pada Maret.

”Untuk alun-alun, nanti istilahnya bukan peresmian alun-alun, melainkan peresmian alun-alun basement. Sebab yang alun-alun Surabaya telah diresmikan pada 2020 lalu oleh Bu Risma (Wali Kota Surabaya periode sebelumnya, Tri Rismaharini),” papar Eri yang juga politisi PDI Perjuangan ini.

Alun-alun basement menelan anggaran sekitar Rp68 miliar. Pada Desember 2020 lalu, proyek yang digagas pada pemerintahan Risma ini telah memasuki tahap finishing. 

Area bawah tanah di kompleks Balai Pemuda itu, nantinya bakal menjadi jujugan anyar di tengah Kota Surabaya. Begitu turun ke lantai, pengunjung bakal disuguhi galeri seni di lahan seluas 3000 meter persegi tersebut. 

Sedangkan dari sisi lainnya, bakal langsung disuguhi skatepark yang juga berhias seni mural. Untuk area utama, nantinya bakal dibuat multifungsi: tempat pameran produk tematik serta tersedia untuk coworking space yang juga bakal dilengkapi jaringan wifi. 

Sedangkan Museum Olahraga berada di kompleks Gelora Pancasila. Gedung seluas 600 meter persegi ini rencananya akan memajang sekitar 232 koleksi. 

Usai diresmikan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan satuan tugas Covid-19. Dia berharap masing-masing lokasi tak menjadi cluster penyebaran baru. 

”Tapi ini yang harus kita jaga jangan sampai dibuka lalu penontonnya membludak. Lah ini yang bahaya,” ujar Eri.

Dia berharap agar masyarakat bergantian menonton kesenian. Sebab, dia tidak ingin Covid-19 terus menyebar di Surabaya.

”Ini waktunya memberi tempat untuk seniman unjuk karya. Sekarang, bagaimana mereka masih bisa tetap tampil, eksis, bisa bekerja mendapatkan penghasilan. Saya berharap penonton dibatasi. Itu saja,” kata Eri. (bobby c koloway) 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved