10 Pengelola Wisata di Tulungagung Mengajukan Izin Operasional, Baru Lima Yang Disetujui

Di Tulungagung, baru 10 pengelola wisata yang mengajukan izin operasional di tengah pandemi. Dari jumlah itu, baru 5 yang memenuhi syarat.

Editor: eben haezer
surabaya.tribunnews.com/david yohanes
Nangkula Park sebelum Tulungagung masuk zona merah.  

SURYATRAVEL, TULUNGAGUNG - Pemkab Tulungagung melakukan pelonggaran tempat wisata untuk kembali  beroperasi.

Namun hingga Selasa (9/3/2021) jumlah tempat wisata  yang sudah mengajukan izin hanya 10 pengelola.

Menurut Anggota Komunikasi Publik Satgas Penanganan Covid-19, Dedi Eka Purnama, lima di antara pemohon dinyatakan telah memenuhi syarat.

"Mereka  yang memenuhi syarat sudah bisa buka, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan," terang Dedi.

Lima destinasi wisata yang sudah resmi buka adalah Nangkula Park, Kampung Susu Dinasty, Brond Waterpark, Pantai Gemah dan Wisata Religi Masjid Sunan Kuning.

Lima destinasi wisata ini telah melewati proses assesmen dengan 16 indikator yang sudah ditetapkan Satgas.

Hasilnya, lima destinasi wisata ini telah memenuhi syarat untuk kembali beroperasi.

Namun izin yang dikeluarkan Satgas bersifat fleksibel, dan bisa dicabut sewaktu-waktu.

"Jika dinilai terjadi pelanggaran Prokes dan berpotensi menimbulkan penularan, maka izin bisa dicabut," tegas  Dedi.

Izin ini juga  tergantung pada dinamika kasus Covid-19 di lingkungan lokasi wisata.

Jika muncul kasus terkonfirmasi yang massif di  lingkungan sekitar, maka destinasi wisata juga akan ditutup.

Hal ini mengacu pada ketetapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat  (PPKM) Mikro.

"Jika ada  kasus di sekitar, dilakukan penutupan sampai kondisi dinyatakan aman," sambung Dedi.

Minimnya pengajuan izin destinasi wisata, diperkirakan karena setiap pengelola sedang melengkapi persyaratannya.

Seperti menyiapkan tempat isolasi, tim kesehatan dan menyediakan tempat cuci tangan dengan jumlah proporsional, tergantung luas  area.

Sementara, komisaris BumDes Larasati yang mengelola  Nangkula di Desa Kendalbulur, Kecamatan Boyolangu, Anang Musthofa mengaku sudah kembali beroperasi.

"Kami sudah mulai buka kembali mulai Sabtu,  27 Februari kemarin," ujar Anang.

Anang mengatakan, pihaknya juga membatasi waktu operasional karena ada pemberlakuan jam malam.

Sebelumnya Nangkula Park bebas dikunjungi hingga larut malam.

Selebihnya Anang mengaku selalu menekankan penegakkan protokol kesehatan.

"Pokoknya Prokes (protokol kesehaan) adalah yang utama. Selain itu kami tidak akan melanggar jam malam,"terangnya.

Seluruh destinasi wisata di Tulungagung ditutup total sejak 19 Desember 2020.

Saat itu Tulungagung masuk dalam zona merah dalan peta penyebaran Covid-19. (David Yohanes) 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved