Akhir Pekan Pertama Sejak Dibuka Kembali, Tempat Wisata di Trenggalek Masih Sepi Pengunjung

Akhir pekan pertama sejak kembali dibuka untuk pengunjung, tempat wisata di Kabupaten Trenggalek masih sepi.

surabaya.tribunnews.com/aflahul abidin
Salah satu tempat wisata di Kabupaten Trenggalek, Pantai Mutiara, yang berada di kawasan Teluk Prigi, Kecamatan Watulimo 

SURYATRAVEL, TRENGGALEK - Beberapa tempat wisata di Kabupaten Trenggalek masih sepi pengunjung ketika akhir pekan pertama setelah pemerintah kabupaten (pemkab) kembali membuka destinasi.

Pada Sabtu-Minggu yang biasanya menjadi puncak keramaian wisatawan, jumlah pelancong yang datang ke Trenggalek masih minim.

Di satu sisi, hal ini dianggap sebagai momentum yang belum menggairahkan bagi para pelaku jasa wisata. Sementara di sisi lain, kondisi itu juga dianggap sebagai pertanda bahwa warga masih patuh untuk tak berpergian di tengah pandemi Covid-19.

Di Pantai Mutiara di Kecamatan Watulimo, jumlah pengunjung pada Minggu (14/3/2021) berkisar di angka 500-an orang.

Jumlah itu hanya separuh dari batas kapasitas yang diizinkan oleh pemkab setempat. Dalam aturannya ketika membuka pariwisata 9 Maret lalu, pemkab mewajibkan tempat wisata membatasi jumlah pengunjung hanya 50 persen dari kapasitas.

“Kemarin (13/3/2021) juga sepi. Yang masuk dalam sehari 109 orang. Mungkin pengunjung masih ragu-ragu untuk berwisata. Masih membatasi,” kata anggota pengelola kawasan wisata Pantai Mutiara, Siswoyo, Minggu.

Menurut Siswoyo, pembukaan tempat wisata merupakan satu kebijakan yang ditunggu-tunggu para pelaku jasa wisata. Selama tutup dua bulan sebelumnya, ekonomi para pelaku usaha itu lesu. 

“Karena masih sepi, saat ini (ekonomi) ya belum pulih. Tapi lambat laun kalau berjalan, mungkin akan membaik,” sambungnya.

Untuk meminimalisir risiko penularan Covid-19 di kawasan wisata Pantai Mutiara, pengunjung menyiapkan beberapa standar protokol kesehatan.

Pengelola membentuk tim khusus yang bertugas mengawasi para wisatawan selama bermain di area pantai.

“Ada lima orang anggota tim itu. Setiap sepuluh menit sekali, kami menyampaikan imbauan lewat pengeras suara,” sambungnya.

Pihaknya berharap, upaya penerapan protokol kesehatan ini bisa mendorong pelancong untuk datang dan berwisata secara aman.

Kondisi serupa juga terjadi di Pantai Taman Kili-Kili di Kecamatan Panggul. Tempat wisata yang menawarkan edukasi penangkaran penyu itu masih minim wisatawan pada akhir pekan ini.

“Belum ada pengunjung. Masih sepi,” kata Ari Gunawan, pengelola Pantai Taman Kili-kili, Minggu. (aflahul abidin)

Ikuti kami di
Editor: eben haezer
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved