Dam Cluwok, Dam Tertua di  Tulungagung Disulap Jadi Monumen Pengairan

Dam Cluwok yang dibangun tahun 1931 di Desa Bono, Kecamatan Boyolangu, kabupaten Tulungagung akan 'disulap' menjadi monumen pengairan.

surabaya.tribunnews.com/david yohanes
Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, saat mengunjungi Dam Cluwok, Senin (22/3/2021). 

Reporter : David Yohanes

SURYATRAVEL, TULUNGAGUNG - Dam Cluwok di Desa Bono, Kecamatan Boyolangu, kabupaten Tulungagung akan 'disulap' menjadi monumen pengairan.

Dam ini adalah sistem pengendali banjir pertama yang ada di Tulungagung, dibangun tahun 1931.

Di era kolonial Belanda ini, Dam Cluwok memegang kendali vital untuk mengendalikan banjir Tulungagung.

“Saat wilayah kota banjir, dam akan ditutup sehingga air mengalir ke utara, masuk ke Sungai Brantas,” ungkap Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, saat mengunjungi Dam Cluwok, Senin (22/3/2021).

Kala itu di wilayah selatan,khususnya di wilayah Gesikan, Kecamatan Pakel dan sekitarnya adalah kawasan rawa.

Untuk mengatasi banjir di wilayah selatan yang berawa-rawa, Jepang membangun terowongan Niyama.

Terowongan ini menembus gunung untuk membuat saluran pembuangan langsung ke Teluk Popoh.

Pemerintah Indonesia meneruskan rencana ini, dan diintegrasikan dengan saluran Parit Agung.

Parit Agung ini mengalirkan air dari wilayah kota seluruhnya ke selatan, ke Teluk Popoh.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: eben haezer
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved