Wisata Belanja Sentra Industri Furniture Pasuruan, Turun Temurun 3 Generasi

Salah satu kekhasan dari Kota Pasuruan adalah adanya pasar mebel kayu jati. Aneka ragam meubelair dan perabotan kayu jati ada di sana.

surabaya.tribunnews.com/wiwit purwanto
Sentra industri mebel Pasuruan 

SURYATRAVEL, SURABAYA - Salah satu kekhasan dari Kota Pasuruan adalah adanya pasar mebel kayu jati.  Aneka ragam meubelair dan perabotan yang terbuat dari kayu jati  yang dikenal kuat dengan harga terjangkau ada di sini.

Memasuki Kota Pasuruan ada papan penunjuk arah yang akan menuntun menuju sentra industri mebel. Dari Surabaya untuk menuju Kota Pasuruan cukup mudah, tinggal lewat Jalan Tol menuju arah Pasuruan.

Masuk jalan sentra mebel akan terlihat toko-toko mebel di sepanjang kiri dan kanan jalan. Yang menarik di belakang toko itu dipastikan ada workshop tempat pembuatan mebel.

Pengunjung atau pembeli bisa memilih bahan kayu jati langsung dari tempat itu, atau pilih yang sudah jadi juga boleh.  “Tempat kerjanya ada di belakang toko,” kata Sujito, pemilik Toko Mebel UD Sumber Hidup .

Selain bahan bisa memilih, pembeli juga bebas untuk memilih bentuk atau model yang diinginkan dari tukang tukang furniture yang ada di toko itu.

Kawasan sentra mebel ini menambah perbendaharaan kenangan khas tentang kota Pasuruan. Di showroom terpajang aneka barang dagangan terbuat dari kayu berupa meja,kursi, almari, mimbar.

Hasil produksi furniture di Pasuruan ini sudah turun temurun, secara tradisional dan dan beberapa generasi ada tiga desa yang hingga kini masih berproduksi yakni  Desa Sebani, Gadingrejo dan Bukir.

Konon asal muasalnya kegiatan ketrampilan olah kayu bernuansa seni ini dikerjakan oleh sekelompok orang yang mukim di Desa Bukir. Bukir adalah lafal kata orang Madura yang kalau dilafalkan secara bahasa Jawa terdengar wukir alias kegiatan mengukir.

Pada masa pandemi seperti ini penjualan mebel di sentra industri mebel Pasuruan sangat merosot. Sujito misalnya, dulu kala masih normal setiap dua minggu sekali ia mengirim furniture terutama meja kursi ke Bali.

“Sekarang belum ada kiriman lagi, “ katanya.

Sebagian showroom juga terlihat tutup, toko milik Sujito pun tutup separuh, barang barang yang ada di dalam toko berdebu karena lama belum laku.

Pembeli yang datang ke sentra mebel Pasuruan ini dari berdatangan dari kota-kota terdekat sampai tempat-tempat yang jauh. Pembeli yang lumayan jauh berdatangan dari arah Timur. Mulai dari orang Bali, Sumbawa sampai beberapa antero di Nusa Tenggara Barat.

Produk mebel Pasuruan disuka karena berupa jenis polosan, tanpa ukiran rumit laiknya produk dan dijual dengan istilah mentahan atau barang setengah jadi yang leluasa untuk di-finishing sesukanya. Baik dengan vernis maupun dengan aneka warna warna.

Harga mentahan tergolong cukup bersahabat, yang memungkinkan para tengkulak ambil untung manakala menjualnya lagi di daerah asalnya.

Industri furniture kayu di Pasuruan, lazimnya berbasis bahan kayu jati, tapi ada varian bahan lainya berupa kayu sonokeling, mahoni dan akasia mangium. Pasokan bahan baku selain memanfaatkan kayu dari hutan perhutani juga sebagian dipakai kayu eks pekarangan rakyat. 

Ikuti kami di
Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: eben haezer
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved