Akan Dioperasikan Per 1 April, Begini Alur Penggunaan GeNose C-19 di Bandara Juanda

Bandara Juanda akan memberi layanan rapid test genose C-19 mulai 1 April 2021. Berikut alur pelayanannya.

Editor: eben haezer
tribun jatim/fikri firmansyah
Suasana simulasi penggunaan GeNose C-19 di Bandara Internasional Juanda, hari ini, Kamis (25/3/21). 

Reporter: Fikri Firmansyah

SURYATRAVEL, SURABAYA - PT Angkasa Pura I (Persero) menyelenggarakan simulasi pemeriksaan rapid test GeNose C-19 di Bandara Internasional Juanda, Kamis (25/3/21).

Nantinya layanan pemeriksaan GeNose akan resmi bisa digunakan per 1 April 2021.

Hal tersebut dikatakan oleh Stakeholder Relation Manager, Yuristo Ardhi Hanggoro.

"Berdasarkan info dari PT Angkasa Pura I, nantinya GeNose C19 diperkirakan sudah bisa digunakan per 1 April 2021," terang Yuristo, Kamis (25/3/21).

Ditanyai soal alur penggunaan GeNose C19 jika nanti sudah resmi bisa digunakan, Yuristo mengatakan total ada 9 tahapan.

Pertama, calon penumpang menuju tempat pendaftaran untuk mengambil nomor antrean.

Adapun untuk saat ini sendiri ada dua cara yang bisa dipilih dalam melakukan pendaftaran, yakni dapat dilakukan secara manual maupun secara online melalui aplikasi Farmalab yang sudah terintegrasi dengan aplikasi e-HAC.

Kedua, calon penumpang melakukan pembayaran di tempat pembayaran yang terpisah dari tempat pendaftaran.

Ketiga, setelah melakukan pembayaran, calon penumpang mengambil sampel napas di bilik yang telah disediakan dekat tempat pembayaran sesuai dengan nomor urut.

"Perihal sampel napas yang diambil adalah pembuangan napas pada kembusan ketiga. Langkahnya yaitu, penumpang menghirup napas melalui hidung dan membuangnya melalui mulut. Setelah dua kali menghirup napas dari hidung dan membuangnya melalui mulut, maka pada pengambilan napas ketiga, langsung hembuskan ke dalam kantong hingga kantor terisi penuh udara dari napas kita. Kemudian kunci kantong agar udara napas di dalam tidak keluar," jelasnya.

Keempat, calon penumpang menyerahkan kantong udara kepada petugas.

Kelima, petugas operator GeNose melakukan pemeriksaan kantong udara dengan alat GeNose C-19.

Keenam, selama menunggu hasil, calon penumpang menunggu di ruang tunggu pengambilan sampe GeNose C-19.

Ketujuh, calon penumpang dapat mengambil hasil tes setelah petugas akan memanggil nomor urut dan identitas calon penumpang.

Kedelapan, jika didapati hasil tes GeNose positif, maka petugas akan memberikan konsultasi, informasi, dan edukasi terkait hasil pemeriksaan dan menyarankan penumpang untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari serta memberikan surat rujukan atau surat keterangan hasil pemeriksaan untuk dilaporkan calon penumpang ke Puskesmas sesuai domisili.

Kemudian petugas keamanan akan mengarahkan calon penumpang untuk meninggalkan bandara dengan tetap melakukan protokol kesehatan 3M dengan benar.

Kesembilan, jika hasil tes negatif, calon penumpang dapat melanjutkan proses keberangkatan selanjutnya dengan menunjukkan hasil GeNose C-19 negatif kepada petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk divalidasi.

"Selain itu, calon penumpang juga wajib menunjukkan hasil GeNose C-19 yang sudah divalidasi ke petugas maskapai saat proses check in dan boarding," tandasnya.

Sekadar informasi, lokasi penggunaan GeNose C-19 di Bandara Juanda Surabaya jika nantinya resmi bisa digunakan, terletak di lobby Gedung Terminal Baru, di sisi timur Terminal 1.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved