Aturan Baru Perjalanan Darat Bagi Kendaraan Pribadi dan Aturan Khusus ke Pulau Bali

Satgas penanganan Covid-19 mengeluarkan aturan baru perjalanan darat bagi kendaraan pribadi yang melakukan traveling ke pulau Bali.

Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: eben haezer
suryatravel/haorrahman
Pelabuhan Ketapang Banyuwangi yang melayani penyeberangan ke Pulau Bali. 

SURYATRAVEL, BALI - Satgas penanganan Covid-19 mengeluarkan aturan baru perjalanan darat bagi kendaraan pribadi yang melakukan traveling.

Dalam aturan yang terbaru ini, pelaku perjalanan transportasi darat pribadi diimbau melakukan tes RT-PCR atau rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3x24 jam sebelum keberangkatan.

Pelaku perjalanan juga bisa menunjukkan hasil negatif tes GeNose C19 yang dilaksanakan di rest area sebagai persyaratan melanjutkan perjalanan jika sewaktu-waktu dilakukan tes acak oleh Satgas Covid-19 Daerah.

Khusus pelaku perjalanan rutin di Pulau Jawa tidak wajib menunjukkan surat hasil tes RT-PCR/rapid test antigen/tes GeNose C19 sebagai syarat perjalanan.

Khususnya mereka yang melakukan perjalanan rutin di Pulau Jawa dengan moda transportasi laut yang bertujuan melayani pelayaran lokasi terbatas antarpulau, atau antarpelabuhan domestik dalam satu wilayah aglomerasi.

Mereka yang melakukan perjalanan rutin dengan menggunakan transportasi darat, baik pribadi maupun umum dalam satu wilayah aglomerasi perkotaan juga tidak diwajibkan menunjukkan hasil tes.

Namun, Satgas Penanganan Covid-19 daerah sewaktu-waktu akan melakukan tes acak jika diperlukan.

Hanya saja bagi pelaku perjalanan darat seluruh moda transportasi diimbau mengisi e-HAC (electronic-Health Access Card) Indonesia.   Begitu pula dengan pelaku perjalanan dengan transportasi udara dan laut juga wajib melakukan pengisian e-HAC Indonesia.

Pengecualian aturan perjalanan khusus untuk anak-anak di bawah usia lima tahun, tidak diwajibkan untuk melakukan tes RT-PCR atau rapid test antigen atau GeNose C19 sebagai syarat perjalanan.

Syarat-syarat tersebut juga tidak belaku untuk moda transportasi perintis, termasuk di wilayah perbatasan dan di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).

Jika hasil tes RT-PCR atau rapid test antigen atau GeNose C19 pelaku perjalanan menunjukkan hasil negatif tapi menunjukkan gejala, maka yang bersangkutan tidak boleh melanjutkan perjalanan.

Selanjutnya pelaku perjalanan diwajibkan untuk melakukan tes diagnostik RT-PCR dan isolasi mandiri selama waktu tunggu hasil pemeriksaan.

Khusus untuk perjalanan ke Pulau Bali diatur tersendiri, baik dengan transportasi udara, laut, dan darat, baik menggunakan kendaraan pribadi atau umum, wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif Covid-19.

Metodenya bisa RT-PCR atau rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan. Pelaku perjalanan juga bisa menyerahkan hasil negatif tes GeNose C19 di bandara, pelabuhan, dan terminal sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan.

Ikuti kami di
Tags
Pulau Bali

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved