Meleset Dari Jadwal, Proyek Kereta Gantung di Kota Batu Akan Berlangsung 2022

Rencana pembangunan kereta gantung di Kota Batu meleset dari target awal. informasi terbaru proyek kereta gantung akan dibangun pada 2022.

Editor: eben haezer
suryamalang/sylvianita widyawati
Hamparan pemandangan sawah yang dapat dinikmati di wisata alam Brakseng, Kota Batu 

SURYATRAVEL, BATU - Rencana pembangunan kereta gantung di Kota Batu meleset dari target awal. Semula kereta gantung direncanakan terealisasi pada 2021. Namun, informasi terbaru proyek kereta gantung akan dibangun pada 2022.

Pemerintah Kota Batu telah bertemu dengan PT INKA membahas rencana pembangunan kereta gantung. Dari hasil pertemuan tersebut, diperkirakan pembangunan akan dilaksanakan pada 2022.

Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso memaparkan, PT INKA ingin pembangunan transportasi untuk wisata itu bisa terbangun dengan baik. Oleh sebab itu, perlu perencanaan yang matang.

"PT INKA meminta agar Pemkot menindaklanjuti beberapa kajian agar pembangunan tidak ada kendala dikemudian hari,” Punjul, Jumat (2/4/2021).

Beberapa aspek yang perlu dikaji adalah business plan, mitigasi dan konsesi resiko pembangunan dari aspek sosial, ekonomi serta dampak terhadap lingkungan. Hal tersebut juga menjadi masukan dari Pemerintah Pusat kepada Pemkot Batu.

"Pemerintah Pusat dan Pemprov Jatim juga memberikan masukan komitmen para pihak yang terlibat, terutama dalam hal ini konsorsium yang dibentuk,” bebernya.

Skema investasi dan pembangunan harus dipastikan tidak menyalahi RTRW dan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP). Maka dari itu, kajian menentukan titik rute kereta gantung harus presisi.

"Untuk rute disarankan tidak mengganggu kawasan paralayang sebagai kawasan wisata yang sudah ada. Begitu juga kawasan lainnya,” imbuhnya.

GM Pengembangan PT INKA, Junaidi menjelaskan, pihaknya telah memberikan penjelasan kepada Pemkot Batu, termasuk pihak-pihak terkait di dalamnya seperti Perhutani dan TNI-AU. 

PT INKA meminta agar Pemkot Batu memastikan tidak ada benturan dengan regulasi RTRW. Mengenai kepentingan KKOP akan dibantu oleh TNI-AU. Perhutani memastikan bahwa lahan yang dilewati tidak bermasalah. Sedangkan rencana induk kereta akan dicek oleh Dishub Jatim.

"Setelah rute ditentukan dan tidak ada kendala, baru proyek akan jalan,” paparnya.

PT INKA sudah melayangkan surat kepada pihak-pihak terkait untuk kepentingan pembangunan kereta gantung di kawasan Kota Batu. Pembahasan lebih lanjut direncanakan akan dilakukan pekan depan bersama Pemerintah Pusat, yakni Kemenko Kemaritiman dan Investasi RI.

Pembangunan kereta gantung membutuhkan waktu panjang. Untuk waktu pendek ini, kepastian rute harus diselesaikan terlebih dahulu. PT INKA memperkirakan proses administrasi selesai akhir 2021. Selanjutnya awal tahun 2022 akan dimulai pembangunan konstruksinya.

Pembangunan akan menggunakan skema investasi dengan konsesi selama 20 tahun. Investasi luar mendapat porsi sebanyak 70 persen, bank 25 persen serta masyarakat dan konsultan sebesar 5 persen. Perhitungan besaran anggara yang dibutuhkan setiap 5 Km adalah antara Rp 300 miliar hingga Rp 500 miliar. 

Rencana titik rute kereta gantung terbagi dua. Yakni di Kidul Brantas meliputi Sengkaling UMM, Jatim Park 3, Gangsiran Puthuk, Jatim Park 2, Kusuma Agrowisata, Gunung Seruk, Pos Pendakian Gunung Panderman dan Gunung Punuk Sapi. Sedangkan untuk Lor Brantas ada Selecta, Putuk Gendero, Puncak Kalindra, Coban Talun, dan Bukit   Jengkoang. (Benni Indo)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved