BBKSDA Terus Lakukan Upaya Konservasi Demi Lindungi Lutung Jawa di Gunung Ijen

Spesies satwa Lutung Jawa masih ditemui berkeliaran di kawasan hutan Gunung Ijen. BBKSDA wilayah V terus melakukan upaya pelestarianya

Editor: eben haezer
ist
Lutung Jawa 

SURYATRAVEL, BONDOWOSO - Spesies satwa Lutung Jawa masih bisa ditemui berkeliaran di kawasan hutan Gunung Ijen.

Sebab, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) wilayah V terus melakukan upaya pelestarian agar Lutung Jawa tak punah.

Kepala Seksi Konservasi BBKSDA Wilayah V, Purwantono mengatakan pihaknya saat ini melakukan pendataan jumlah populasi Lutung Jawa.

Proses monitoring di habitat Lutung Jawa rutin dilangsungkan.

"Namun, yang jelas Lutung Jawa masih ditemui di jalur pendakian Gunung Ijen. Terkait data populasi akan kami telusuri baik langsung terjun di lapangan maupun melalui literatur yang ada," katanya kepada Surya melalui sambungan telepon, Senin (5/4).

Ia menyebutkan, ketersediaan pangan bagi Lutung Jawa terbilang mencukupi.

Makanan jenis hewan diurnal alias hewan yang aktif di siang hari ini di antaranya dedaunan, buah-buahan, dan larva serangga.

"Ketersediaan pangan cukup. Kawasan vegetasi di bawah gunung Ijen masih hijau dan rimbun. Kami melakukan pembinaan habitat atau menanaman tanaman yang disukai Lutung Jawa," paparnya.

Beberapa upaya konservasi lain yang rutin dilakukan, lanjut Purwantono yakni membangkitkan kepedulian masyarakat akan keberlangsungan hidup satwa dilindungi.

Karena tak dipungkiri, perburuan liar satwa dilindungi masih kerap terjadi.

"Beberapa masyarakat telah menyerahkan secara sukarela Lutung Jawa kepada kami. Kemudian Lutung Jawa itu kami titip rawat ke Javan Langur Center (JLC). Butuh rehabilitasi sebelum lepas liar. Rehabilitasi bertujuan untuk mengembalikan sifat liarnya. Karena saat dipelihara satwa akan ketergantungan oleh pangan yang selalu disediakan," Pungkasnya.

Berdasar catatan Javan Langur Center, yang dikutip dari Tribunnews.com, populasi Lutung Jawa di Jatim hanya sekitar 2.700 ekor pada 2010. Data tersebut diperoleh dari penelitian melalui temuan atau penampakan hewan tersebut. (danendra)

Baca juga: Mulai 3 April Wisatawan Mancanegara Boleh Kunjungi TWA Kawah Ijen

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved