Minim Penumpang, Bus Damri Batu – Gunung Bromo Dioperasikan Sesuai Permintaan

Operasional bus Damri yang melayani rute pariwisata dari Kota Batu ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dihentikan karena sepi penumpang.

Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: eben haezer
surabaya.tribunnews.com/benni indo
Armada bus Damri diparkir di Kantor Cabang Malang Damri, Jl Letjen S Parman No 11, Kota Malang, Selasa (13/4/2021). 

SURYATRAVEL, BATU - Operasional bus Damri yang melayani rute pariwisata dari Kota Batu ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dihentikan karena sepi penumpang.

Dua armada bus yang biasanya rutin beroperasi, kini beroperasi jika ada permintaan dari konsumen atau masyarakat.

GM Perum Damri Cabang Malang, Zuryani mengatakan meskipun operasional tidak seperti sedia kala, namun layanan kepada masyarakat tetap bisa diakomodir.

“Kalau memang ada, kami tetap layani. Kalau belum ada permintaan, kami berhenti dulu. Intinya kami ingin promosikan daerah walaupun Kota Batu sudah terkenal, tapi ada konektivitas yang memudahkan akses dengan layanan Damri,” ujarnya kepada SURYAMALANG.COM.

Sebelumnya, ada dua unit bus dengan kapasitas 37 tempat duduk yang melayani rute perjalanan wisata dari Kota Batu ke TNBTS. Kini, Damri menyediakan unit yang lebih kecil dengan kapasitas tempat duduk sebanyak 16 kursi.

Tidak banyak permintaan untuk tujuan perjalanan wisata dengan Damri selama pandemi Covid-19. Permintaan dari wisatawan hanya bersifat temporer. Turunnya permintaan ini dinilai karena adanya sejumlah persyaratan bagi orang yang akan bepergian selama pandemi Covid-19.

“Tapi kami tetap melayani karena kami pelayan masyarakat. Setiap ada permintaan masyarakat, kami tetap layani,” paparnya.

Justru rute dari Bungurasih, Arjosari menuju kawasan Pantai Selatan yang masih beroperasi rutin. Meskipun trayek dari Kota Batu sepi, namun Damri memastikan masih menjalin kerjasama dan komunikasi dengan Pemkot Batu.

“Kerjasama masih terjalin karena kebetulan ini yang mengelola ada di Kota Malang. Kami berusaha memberikan pelayanan di Kota Malang dan kawasan yang perlu ada moda pilihan,” paparnya.

Tarif trayek dari Kota Batu juga berubah, yang semula Rp 40 ribu menjadi Rp 50 ribu untuk sekali jalan. Perubahan tarif itu mengikut tambahan layanan, terutama untuk memenuhi kebutuhan protokol kesehatan di dalam kendaraan.

“Kalau kemarin, tarif reguler itu, Rp 40 ribu namun sekarang ini, ada perubahan untuk kebutuhan kesehatan di dalam bus seperti perlengkapan desinfektan akhirnya menjadi Rp 50 ribu sekali jalan,” jelasnya.

Bus DAMRI mengangkut penumpang dari Terminal Kota Batu langsung menuju kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Tidak menaikan atau menurunkan penumpang di sepanjang perjalanan menuju Bromo.

Moda transportasi darat milik BUMN ini dioperasikan di 11 kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN), salah satunya di Kota Batu yang berdekatan dengan kawasan TNBTS. (wiwit purwanto)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved