Larangan Mudik Segera Dimulai, Masyarakat Diimbau Jangan Pakai Jasa Travel Gelap

Pemerintah mengingatkan agar masyarakat tidak memanfaatkan jasa travel gelap untuk menyiasati larangan mudik yang diberlakukan pemerintah

surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
Petugas gabungan saat stand by di pintu masuk Surabaya di bundaran Waru pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hari pertama, Senin (11/1/2021). 

SURYATRAVEL, SURABAYA - Pemerintah resmi melarang kegiatan mudik pada momen libur lebaran. Seluruh moda transportasi mudik dilarang beroperasi selama  6-17 Mei 2021

Tetapi di lapangan , beberapa orang tetap nekat dan berusaha mudik, meski telah dilarang. Diperkirakan sekitar 10 juta orang akan nekat mudik.

Salah satu cara yang dilakukan mereka yang  nekat mudik adalah menggunakan jasa travel gelap untuk sampai kembali ke kampung halaman.

Melansir Kompas.Com,  ternyata ada kerugian pemudik yang nekat dengan  menggunakan jasa travel gelap. Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi,  Jumat (30/4/2021).

Berikut  4 kerugian nekat mudik pakai jasa travel gelap

1. Penumpang rentan tertular Covid-19 di perjalanan Menurut Budi, travel gelap tidak menjalankan protokol kesehatan dengan benar, sehingga para penumpangnya berisiko tertular Covid-19.

Tentu juga akan membahayakan masyarakat di lokasi tujuan mudik. "Angkutan ilegal atau travel gelap biasanya pengemudi atau operatornya tidak memperhatikan prokes Covid-19. Pokoknya terisi penuh,” ujarnya.

Upaya pencegahan dilakukan dengan menindak tegas travel ilegal guna melindungi masyarakat dari Covid-19. Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya pun telah menangkap 115 kendaraan travel gelap di wilayah Jakarta dan sekitarnya dalam dua hari operasi pada 27-28 April 2021.

2. Harganya  mahal tidak disertai layanan yang optimal layaknya pada transportasi resmi.

3. Tidak ada jaminan asuransi, travel illegal tidak mendapat jaminan asuransi kecelakaan lalu-lintas. Adapun, transportasi resmi biasanya akan di-cover asuransi Jasa Raharja jika mengalami kecelakaan.

4.  Merusak ekosistem transportasi resmi, menurut Budi jika banyak orang yang menggunakan jasa travel gelap, penumpang bus resmi akan berkurang. (wiwit purwanto)

Ikuti kami di
Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: eben haezer
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved