Pemkab Nganjuk Berencana Membangun Kawasan Wisata Paralayang

Pemkab Nganjuk sedang mengkaji rencana pengembangan obyek wisata paralayang. Begini rencananya..

suryatravel/aflahul abidin
Ilustrasi paralayang 

SURYATRAVEL, NGANJUK - Pemkab Nganjuk sedang mengkaji rencana pengembangan obyek wisata paralayang. Hal itu setelah adanya dukungan rencana pengembangan pariwisata Paralayang dari ADM Perhutani Jombang sebagai pemilik kewenangan lahan kawasan hutan yang akan dijadikan tempat lokasi obyek wisata tersebut.

Wakil Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi mengatakan, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi bersama ADM Perhutani Jombang dan Dinas Pariwisata bersama instansi terkait serta sejumlah pengusaha pariwisata.

"Dari ADM Perhutani sendiri cukup mendukung atas rencana tersebut dengan memanfaatkan sedikit lahan di kawasan hutan dan perbukitan masuk wilayah Kecamatan Gondang," kata Marhaen Djumadi, Minggu (2/5/2021).

Dijelaskan Marhaen Djumadi, dalam membuka obyek wisata paralayang dipastikan harus dilakukan kajian lebih mendalam. Terutama terkait kelayakan dari lokasi itu untuk dijadikan sebagai tempat kegiatan paralayang. Mulai dari kajian ketinggian lokasi, kecepatan angin, faktor keselamatan, kajian dari pemanfaatan untuk sektor ekonomi, dan kemudahan dibangunnya sarana pendukung obyek wisata tersebut.

"Yang jelas, obyek wisata paralayang di Kabupaten Nganjuk bila betul-betul direalisasi nantinya harus menjadi obyek wisata lengkap dan andalan serta memberi manfaat besar bagi warga khususnya di wilayah Nganjuk bagian utara," ucap Marhaen Djumadi.

Di samping itu, tambah Marhaen Djumadi, Pemkab Nganjuk akan menggandeng sejumlah pengusaha Pariwisata dalam membangun obyek wisata Paralayang tersebut. Dengan demikian, para pengusaha sektor Pariwisata nantinya akan bisa memberikan kontribusi yang cukup besar dalam pengembangan obyek wisata Paralayang tersebut.

"Maka dari itu, sejak awal dalam Rakor rencana pembukaan obyek wisata Paralayang tersebut kami sudah libatkan sejumlah pengusaha Pariwisata untuk bisa memberikan masukan atas rencana tersebut," tandas Marhaen Djumadi.

Hanya saja pihaknya belum bisa memastikan kapan rencana pembangunan dan pembukaan obyek wisata paralayang tersebut direalisasikan. Namun yang jelas melihat pembangunan obyek wisata untuk paralayang itu tidak membutuhkan biaya cukup besar karena akan menempati lahan Perhutani dengan sistem bagi hasil ataupun sewa.

"Dan mudah-mudahan bila semuanya berjalan baik maka tahun inipun obyek wisata paralayang itu bisa dibuka dan pembangunan fasilitas pendukung bisa dilakukan secara bertahap sambil jalan," tutur Marhaen Djumadi. (aru/Achmad Amru Muiz)

Ikuti kami di
Editor: eben haezer
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved