Mengintip Produksi Jenang Candi Magetan, Jajanannya Raja-Raja Jawa.

Jenang Candi khas Magetan, meski memiliki fisik jenang pada umumnya, namun punya cita rasa lebih gurih dan lumer dari jenang jenang khas daerah lain.

surabaya.tribunnews.com/doni prasetyo
Sugiarto, pewaris resep jenang Candi leluhur keraton Solo sekaligus pemilik outlet jenang candi satu satunya di Magetan berlokasi di Jalan Magetan - Sarangan, selalu dipenuhi warga luar daerah yang pingin merasa nikmatnya Jenang Candi. 

SURYATRAVEL, MAGETAN - Mejelang lebaran, produksi jajanan khas Magetan meningkat hingga tiga kali lipat dari hari biasa.

Salah satunya adalah jajanan jenang Candi khas Magetan.

Jenang Candi khas Magetan, meski memiliki fisik jenang pada umumnya, namun punya cita rasa lebih gurih dan lumer dari jenang jenang khas daerah lain.

Selain punya cita rasa khas, taburan wijen sebagai toping jenang candi ini menambah gurih.

Jajanan khas jenang Candi ini biasanya hanya ada pada saat pesta pengatin atau prosesi temu pengantin. Karena jenang khas Candi ini dibuat sebagai perlambang doa keutuhan pasangan pengantin.

Tidak mudah untuk mencari jenang Candi karena jenang candi hanya dibuat warga di Desa Candi, Kecamatan/Kabupaten Magetan, Jawa Timur saja.

Lokasi jenang candi berada antara jalan ke arah Magetan Kota dan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Magetan, Jawa Timur. Di sepanjang jalan ini hanya ada beberapa toko yang menyediakan jenang candi ini.

Proses pembuatan jenang candi membutuhkan ketelatenan dan kesabaran, bahan baku dari beras ketan pilihan dan kelapa yang dipilih benar-benar tua. Sehingga santan yang keluar benar benar santan kanil. Santan dan beras ketan pilihan ini yang mempengaruhi cita rasa jenang candi khas.

Jenang candi dijajakan dengan ukuran loyang, satu loyang biasa dijual dengan harga Rp 38 ribu.

Sugiarto salah satu pemilik rumah produksi jenang candi yang telah menekuni usaha lebih dari 25 tahun ini mengungkapkan resep pembuatan jenang candi ini diperoleh dari leluhur keraton Solo.

"Penikmat jajanan khas jenang candi, selain warga Magetan untuk jamuan hajatan pengantin, juga warga luar daerah yang sudah pernah tahu rasa gurihnya jenang candi yang dulu sungguhan para raja Jawa,"kata Sugiarto, Selasa (4/5).

Produk jenang candi pernah mati suri saat awal awal isu pandemi tahun 2019 lalu. Tapi, sekarang ini kembali meningkatnya tingkat kunjungan wisatawan ke Magetan dan Sarangan, jenang Candi sudah kembali bergeliat.

Kini setiap harinya bisa memproduksi 10 kali lipat dari hari biasa yang hanya satu wajan besar berukuran diameter kira kira 1,25 meter.

Bahkan outlet jenang Candi di depan Puskesmas setempat selalu berjubel warga dari luar daerah, ngantri beli jenang Raja Jawa ini.(doni prasetyo)

Ikuti kami di
Editor: eben haezer
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved