Pesanan Kerupuk Rambak Tulungagung Naik 50 Persen, Tapi Belum Pulih Dari Situasi Pandemi

Pengusaha kerupuk rambak di Kelurahan Sembung, Kecamatan Tulungagung mulai kebanjiran pesanan menjelang Idul Fitri.

Editor: eben haezer
surabaya.tribunnews.com/david yohanes
Pengemasan kerupuk rambak 

SURYATRAVEL, TULUNGAGUNG - Pengusaha kerupuk rambak di Kelurahan Sembung, Kecamatan Tulungagung mulai kebanjiran pesanan menjelang Idul Fitri.

Meski demikian pandemi virus corona masih mempengaruhi kapasitas produksi.

Tri Handoko, pemilik Win’s rambak mengatakan saat ini pesanan mengalami kenaikan sekitar 50 persen.

“Setiap hari ada permintaan 50-100 kilogram rambak. Jumlah ini naik 50 persen dibanding sebelum menjelang lebaran,” terang Tri, saat ditemui di tempat produksinya.

Lanjutnya, dengan kuantitas kulit sebanyak itu, jika dirupiahkan setara Rp 5 juta hingga Rp Rp 8 juta.

Jumlah ini diyakini akan mengalami kenaikan saat semakin dekat dengan waktu lebaran.

Sebab jumlah pesanan terus naik, hingga satu hari menjelang lebaran.

“Perhitungan saya, menjelang lebaran nanti bisa Rp 15 juta per hari. Karena pesanan ini terus masuk,” sambung Tri.

Diakui Tri, kondisi  saat ini masih terpengaruh suasana pandemi.

Sebab sebelum ada virus corona, omzet Tri bisa mencapai Rp 10 juta per hari.

Jumlah ini akan mengalami lonjakan saat menjelang Idul Fitri, menjadi Rp 25 juta per hari.

“Jadi situasinya memang belum pulih seperti sebelumnya. Namun sudah lebih baik dibanding tahun 2020,” ungkap Tri.

Saat tahun pertama masa pandemi virus corona, kapasitas produksi sekitar 25-50 kilogram per hari.

Sedangkan menjelang lebaran ada  kenaikan pesanan 10 persen saja.

Naiknya volume dibanding tahun lalu, diduga sudah  banyak warga perantauan yang tiba di  Tulungagung.

“Sepertinya banyak yang sudah pulang sebelum pelarangan mudik. Jadi ada kenaikan pesanan dari mereka,” ungkap Tri.

Selain pasar lokal Tulungagung, rambak produksi Sembung ini juga dijual hingga ke Aceh, Palembang, Bogor dan Jawa tengah.

Sementara bahan bakunya mengambil dari NTT dan Palu untuk kulit sapi, serta Tana Toraja untuk kulit kerbau.

Kelurahan Sembung  merupakan sentra produksi kerupuk rambak Tulungagung.

Untuk memenangkan persaingan dengan produsen daerah lain, Tri menggunakan bahan kulit asli yang belum diolah.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved